Peristiwa

Tewaskan Lima Orang, Polda Jateng Masih Tunggu Hasil Analisis Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan

×

Tewaskan Lima Orang, Polda Jateng Masih Tunggu Hasil Analisis Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan

Sebarkan artikel ini
unissula pelecehan seksual
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto saat ditemui di Polda Jateng. Rabu, 1 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tvPolda Jawa Tengah masih menunggu hasil analisis Traffic Accident Analysis (TAA) terkait kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan mobil di perlintasan sebidang Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Hingga saat ini, hasil analisis tersebut belum keluar lantaran masih dalam proses administrasi. Padahal, TAA menjadi salah satu instrumen penting untuk mengungkap secara detail kronologi dan penyebab kecelakaan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyebut, proses TAA harapannya dapat memberikan gambaran utuh terkait peristiwa tersebut.

“Kereta itu, kan kemarin kita melaksanakan kegiatan TAA, traffic accident analysis. Harapannya, hasil dari TAA itu dapat menunjukkan bagaimana kronologis peristiwa dan juga menentukan bagaimana kejadian itu terjadi,” ujar Artanto saat dihubungi, Selasa, 5 Mei 2026.

BACA JUGA: Festival Balon Udara Semarang Banjir Kritikan, Balon Kempes Hingga Bikin Macet

Meski demikian, ia mengakui hingga kini hasil analisis tersebut belum dapat disimpulkan.

“Masih berproses secara administratif,” imbuhnya.

Sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek itu terjadi pada Jumat, 1 Mei 2026 dini hari di perlintasan kereta api tanpa penjagaan di wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Peristiwa itu melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan mobil Toyota Avanza yang mengangkut sembilan orang dalam satu keluarga. Akibat kejadian tersebut, lima orang meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.

Dalam keterangan resminya pada Minggu, 3 Mei 2026, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Pratama Adhyasastra menyampaikan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh menggunakan teknologi TAA berbasis 3D scanner.

“Melalui teknologi TAA 3D Scanner, kami dapat merekonstruksi secara detail posisi kendaraan, titik benturan, serta kondisi di lokasi kejadian,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil rekonstruksi tersebut akan menjadi dasar analisis penyebab kecelakaan secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA: Coming Soon! Festival Balon Udara Obelix Village 13 Juli 2025, Bakal Pesta di Langit Jogja!