SEMARANG, beritajateng.tv – Pembunuhan tragis terungkap di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ketika Vivi, seorang gadis berusia 17 tahun, datang ke polisi untuk melaporkan penganiayaan yang ia alami.
Sementara itu, pelaku penganiayaan ternyata adalah ayah kandungnya sendiri, Hengki Talik (43).
Vivi mengungkapkan kepada polisi bahwa ibu kandungnya, Jumatia, telah Hengki bunuh pada tahun 2018 silam dan jasadnya sang ayah kubur di belakang rumah keluarga mereka yang terletak di Jalan Kandea, Kecamatan Bontoala.
Pada Minggu, 14 April 2024, Tim Polda Sulsel melakukan penggeledahan di rumah tersebut dan menemukan tulang belulang manusia yang diduga merupakan Jumatia.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Andi Rian Djajadi, mengungkapkan bahwa lokasi penemuan tulang belulang tersebut berada di belakang rumah, dalam semacam kubangan berdiameter 1 meter.
BACA JUGA: Masih Ingat Kasus Mayat Mutilasi Dicor di Semarang? Kini Pelaku Divonis 20 Tahun Penjara
3 fakta pembunuhan istri oleh suami di Makassar hingga mengecornya
1. Motif pelaku tega bunuh istri sendiri
Saat ini, Hengki telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Dalam pemeriksaan, Hengki mengakui perbuatannya membunuh istrinya pada tahun 2018. Motif di balik pembunuhan itu adalah perasaan cemburu yang memuncak.
“Saya cemburu dan emosi sehingga saya bunuh,” ungkap Hengki di hadapan polisi dan wartawan.
Ia menambahkan bahwa kecurigaannya terhadap istrinya bertemu dengan mantan pacarnya memicu tindakan brutalnya.
Hengki mengakui bahwa ia memukul istrinya dengan tangan pada dada dan perut istrinyanya. Selain itu, ia juga menggunakan balok kayu untuk memukul kepala sang istri.
BACA JUGA: Kronologi Pembunuhan Mayat Cor Beton di Semarang, Pelaku Hunjamkan Linggis Saat Korban Masih Tidur
2. Cor mayat sang istri di belakang rumah
Hengki juga menjelaskan detail tentang adegan mencor jasad istrinya. Ia mengatakan bahwa jasad Jumatia ia letakkan di belakang rumah, ia timbun dengan pasir, dan kemudian ia semeni di atasnya.
” Jadi tidak saya gali, memang kubangannya sudah ada di situ, tanah kosong memang di belakang [rumah], ada lubang,” tutur Hengki.
3. Berbohong 6 tahun lamanya
Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Hengki bisa menutupi kejahatan ini selama 6 tahun lamanya. Menurut pengakuannya, dia membohongi orang-orang dengan mengatakan bahwa istrinya pergi bersama pria lain.
“Saya bilang bahwa istri pergi sama laki-laki lain,” ucap Hengki. (*)





