Gaya Hidup

Tingkatkan Minat Baca Anak-anak, Perpustakaan Jalanan Ini Gelar Lapak Baca Buku Pakai Koper

×

Tingkatkan Minat Baca Anak-anak, Perpustakaan Jalanan Ini Gelar Lapak Baca Buku Pakai Koper

Sebarkan artikel ini
Koper Pustaka

SEMARANG, beritajateng.tv – Meningkatkan minat membaca buku kepada anak-anak bukan perkara mudah. Terlebih, di tengah gempuran teknologi dan internet saat ini.

Hal itulah yang dirasakan oleh pegiat literasi asal Kota Semarang, Yuli Kuswanti. Uyi, sapaan akrabnya, ingin semua anak-anak memiliki kegemaran membaca. Setidaknya, mengenal buku sebagai jendela dunia.

Bersama sang suami, Uyi akhirnya menggagas ide untuk membuat lapak membaca buku gratis. Niatnya sederhana, mereka ingin taman-taman kota dapat menjadi wahana literasi sederhana.

“Kebetulan saya dan suami sama-sama pustakawan, suka baca buku juga, jadi kita punya banyak buku. Daripada enggak terpakai akhirnya kita buat Koper Pustaka,” jelasnya kepada beritajateng.tv, belum lama ini.

BACA JUGA: Sebarkan Virus Kutu Buku, Sasa Gelar Lapak Baca Buku Gratis di Simpang Lima Semarang

Ia dan suami akhirnya membentuk sebuah gerakan literasi bernama Koper Pustaka sejak 2021 silam. Tiap akhir pekan, mereka berdua menata puluhan buku dalam acara Car Free Day UMKM Meteseh, Kecamatan Tembalang.

Sesuai nama perpustakaan jalanannya, Uyi dan suami membawa buku-buku miliknya menggunakan koper berwarna hijau toska. Selain koper, ia juga membawa boks dan tas jinjing yang berisi berbagai permainan anak.

“Tiap minggu ganti-ganti bukunya, tapi kita memang lebih fokus buku anak-anak. Karena buku anak-anak di perpustakaan belum terlalu beraneka ragam,” tambahnya.

Ajak sesama pegiat literasi gabung Koper Pustaka

Sebagai seorang pustakawan dan pegiat literasi, Uyi paham betul bahwa buku anak-anak tak banyak tersedia di perpustakaan biasa. Salah satunya karena harganya yang terlampau mahal.

Namun, Uyi tak ragu menggunakan uang dari kantung pribadinya untuk membeli buku-buku koleksi Koper Pustaka. Hal itu demi menyediakan bacaan terbaik bagi anak-anak.

“Saya beli buku yang lebih menarik kaya pop art sehingga anak-anak tertarik membaca, harganya bisa Rp200 ribu. Tapi dari situ saya ingin bergerak sambil nyebarin ke lingkungan,” ucapnya.

BACA JUGA: Berawal dari Cuitan Twitter, Komunitas Bookclub Semarang Kini Punya 700 Anggota

Lebih lanjut, Uyi tentunya berharap lapak bacanya dapat terus berjalan, berkembang, dan bermanfaat. Sayangnya, tak jarang ia harus absen menggelar lapak lantaran agenda mendadak.

Ia pun kini berharap muncul sukarelawan pegiat literasi yang bersedia bergabung dengan Koper Pustaka, berjuang bersamanya dalam meningkatkan minat anak-anak terhadap membaca buku.

“Koper Pustaka ini bukan milik saya, tapi milik literasi. Jadi ketika saya sudah tidak bisa membersamai, semoga Koper Pustaka bisa tetap berjalan,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp