Jateng

Tradisi Ganti Luwur ke-13 Abah Syeikh Saeful Anwar Semarang, Kiswah Mekah hingga Kirab Gunungan Palawija

×

Tradisi Ganti Luwur ke-13 Abah Syeikh Saeful Anwar Semarang, Kiswah Mekah hingga Kirab Gunungan Palawija

Sebarkan artikel ini
Ganti Luwur Abah
Suasana Haul Abah Syeikh Saeful Anwar dan Ganti Luwur ke-13 di Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri Kota Semarang, Rabu, 11 Februari 2026 malam. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Nguri-uri budaya itu kita arahkan pada polo wijo dan gunungan. Itu menjadi sanepan agar masyarakat suka menanam, berbaur dengan alam, sehingga alam tidak mudah rusak,” jelas Alex.

BACA JUGA: Kirab Temu Gelang Blora: Arak-arak Keris Kyai Bisma Tengah Malam dengan Laku Tapa Bisu

Ia menambahkan, sebelum prosesi ganti luwur, para santri dan keluarga telah menggelar muqodaman dengan total 52 kali khataman Al-Qur’an. Rangkaian tersebut menjadi fondasi spiritual yang menguatkan makna haul.

“Sudah 52 khataman sebelum pelaksanaan kegiatan ganti luwur ini,” imbuhnya.

Merawat Tradisi, Menjaga Identitas

Gus Luqman alias Guse, penerus Abah Syeikh Saeful Anwar, dalam rilisnya menegaskan bahwa khaul adalah cara merawat ingatan kolektif tentang keteladanan guru.

“Khaul adalah jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan umat. Dari sini kita belajar adab, keikhlasan, dan pengabdian. Spirit menebarkan kawelasan asihan menjadi inti tradisi yang kita uri-uri,” ungkapnya.

Menurutnya, pelestarian tradisi pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat, terutama generasi muda. Melalui ganti luwur, nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta kasih sayang terus ditanamkan.

Pihak pesantren berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga kesinambungan tradisi, memperkuat persaudaraan, serta menebarkan nilai kawelasan asihan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp