Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada komunikasi antara Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dengan Trans Semarang terkait proyek tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat kendala di lapangan.
“Memang sudah ada komunikasi sebelumnya, tapi dalam pelaksanaan kami juga cukup kaget. Bahkan ada halte portable milik kami yang ikut tercor beton. Itu hasil temuan dari tim internal Trans Semarang,” ungkapnya.
Saat ini, Trans Semarang tengah melakukan penghitungan anggaran dan teknis renovasi. Haris menargetkan tahap perencanaan rampung dalam waktu dekat agar pengerjaan bisa segera mulai.
“Minggu ini kami upayakan penghitungan renovasi selesai. Insyaallah minggu depan sudah mulai eksekusi. Untuk durasi pengerjaan, biasanya sekitar dua sampai tiga minggu, tergantung kondisi lapangan,” jelasnya.
Meski ada dampak pada halte, Haris memastikan operasional Trans Semarang secara umum tidak mengalami kendala berarti, terutama dari sisi mobilisasi armada.
“Untuk operasional dan jalur bus, Alhamdulillah tidak ada kendala signifikan. Secara jalur tidak terlalu terdampak,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui ada beberapa halte yang harus dimundurkan sementara, khususnya yang bersifat portable. Sementara untuk halte permanen, penanganannya membutuhkan proses lebih lanjut.
“Kalau halte portable bisa sementara dimundurkan. Tapi untuk halte permanen, tentu harus melalui proses penanganan khusus, bahkan bisa sampai penghapusan sebelum membangun kembali,” pungkas Haris. (*)
Editor: Elly Amaliyah





