Jateng

Trans Semarang Bakal Renovasi Halte Terdampak Betonisasi Jalan Majapahit, Mulai Pekan Depan

×

Trans Semarang Bakal Renovasi Halte Terdampak Betonisasi Jalan Majapahit, Mulai Pekan Depan

Sebarkan artikel ini
Betonisasi Jalan Majapahit Dikritik, Setelah Hidran Kini Halte Trans Semarang juga Terendam Beton
Penumpang Bus Trans Semarang harus bersusah payah untuk naik bus karena Shalter/Halte terendam beton yang menyebabkan halte lebih rendah dari jalan. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pekerjaan peninggian dan betonisasi Jalan Brigjen Sudiarto atau Jalan Majapahit Kota Semarang membawa dampak bagi pengguna Trans Semarang.

Sejumlah halte dan shelter Trans Semarang terdampak perubahan elevasi jalan, membuat penumpang kesulitan saat naik dan turun bus.

Keluhan masyarakat pun bermunculan, terutama di titik-titik halte yang kini lebih rendah dari permukaan jalan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, memastikan pihaknya segera melakukan langkah perbaikan agar layanan kembali nyaman dan aman.

Haris menjelaskan, pendataan akan segera terlaksana setelah pekerjaan pengecoran jalan rampung.

Dari hasil pengecekan di lapangan, pihaknya menemukan tiga halte yang terdampak langsung akibat peninggian jalan.

“Setelah pengecoran Jalan Majapahit selesai, kami langsung melakukan pendataan. Dari hasil temuan, ada tiga titik halte yang terdampak, terdiri dari satu halte portable dan dua halte permanen,” ujar Haris.

Tiga halte tersebut berada di Halte Pucang Gading arah ke pusat kota, Halte Manunggal Jati arah ke kota. Serta Halte Zebra yang juga melayani rute menuju pusat Kota Semarang. Perbedaan ketinggian antara jalan dan lantai halte membuat akses penumpang menjadi kurang ideal.

BACA JUGA: Buruh Butuh Hunian Layak, DPRD Kota Semarang Usulkan Rusun Jadi Hak Milik

Sebagai solusi jangka panjang, Trans Semarang berencana melakukan renovasi dengan menaikkan kembali ketinggian halte agar sejajar dengan permukaan jalan.

“Upaya yang akan kami lakukan adalah peninggian halte. Jadi akan kami renovasi supaya ketinggiannya kembali seperti semula dan aman bagi penumpang,” jelasnya.

Sambil menunggu proses renovasi, Trans Semarang menerapkan langkah mitigasi sementara. Penumpang di arahkan untuk naik dan turun melalui pintu depan bus demi menjaga keselamatan.

“Untuk sementara, penumpang kami alihkan agar naik dan turun lewat pintu depan. Ini sebagai langkah mitigasi agar layanan tetap berjalan dengan aman,” kata Haris.