Politik

Tulis Surat Terbuka kepada Megawati, Denny Indrayana: Hentikan Penundaan Pemilu & Perpanjangan Jabatan Jokowi!

×

Tulis Surat Terbuka kepada Megawati, Denny Indrayana: Hentikan Penundaan Pemilu & Perpanjangan Jabatan Jokowi!

Sebarkan artikel ini
surat terbuka denny indrayana
Surat terbuka Denny Indrayana tertuju kepada Megawati Soekarnoputri guna memohon bantuannya untuk turut mencegah penundaan pemilu. (Foto: Tangkapan layar video Denny Indrayana/Twitter)

SEMARANG, beritajateng.tv – Denny Indrayana kembali menciptakan kontroversi dengan pernyataan terbarunya. Hal itu tersampaikan lewat surat terbuka Denny Indrayana kepada Megawati Soekarnoputri.

Surat terbuka Denny Indrayana tersiar melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 2 Juni 2023. Usai mengungkap dugaan kebocoran keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai sistem pemilu, Denny Indrayana kini mengingatkan tentang adanya rencana untuk menunda pelaksanaan pemilu.

Melalui surat terbuka Denny Indrayana meminta bantuan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk ikut mencegah penundaan pemilu.

BACA JUGA: Ungkap Upaya Manipulasi Jokowi pada Pilpres 2024, Denny Indrayana: Cawe-cawe Jokowi Tidak Akan Netral Bahayakan Keadilan

Isi Surat Terbuka Denny Indrayana kepada Megawati

“Ibu Megawati, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Selamat hari Pancasila, Selamat Bulan Bung Karno. Izin saya menyampaikan surat ini. Ibu Mega adalah negarawan, mengedepankan kepentingan bangsa. Terbukti di 2004 Ibu mencapreskan Joko Widodo,” tulis Denny Indrayana dalam surat terbukanya kepada Megawati.

“Meskipun, Ibu bisa saja maju sendiri. Lalu, Ibu memilih Ganjar Pranowo, meskipun Ibu bisa memutuskan Mbak Puan Maharani,” tambah Denny.

Denny menyebut bahwa saat ini keselamatan bangsa sedang dalam pertaruhan. Menurutnya, masalahnya bukanlah sistem pemilu yang tertutup atau terbuka, tetapi penundaan pemilu.

“Saya risau dengan hukum di tanah air. Saya berpendapat, proses hukum banyak bercampur dengan strategi pemilu 2024. Karena itu saya putuskan membawa isu hukum ke ruang publik. Agar tidak diputuskan dalam ruang gelap yang transaksional dan koruptif,” ungkap Denny Indrayana.

Namun, Denny mengatakan bahwa niat baik untuk mengawal MK dalam hal sistem pemilu legislatif, baik itu proporsional tertutup atau terbuka, telah berubah menjadi wacana politik yang dapat mengakibatkan penundaan pemilu.

“Siasat penundaan juga masuk melalui dirusaknya kedaulatan partai. Sesuatu yang kita tolak keras. Cukuplah sejarah buram Orde Baru yang mengganggu PDI melalui tangan Soerjadi,” imbuhnya.

Lanjutan Surat Denny kepada Megawati

Saat ini, menurut Denny, KSP Moeldoko tiba-tiba mengklaim sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Namun, beliau bukan anggota Demokrat. Ini bukan konflik internal, melainkan pihak eksternal, yaitu KSP Presiden Jokowi yang ingin mengambil alih partai orang lain. Jika ini dibiarkan, maka semua partai akan rentan direbut oleh pihak-pihak yang berkuasa.

Denny menyebut, jika modus Moeldoko merebut Demokrat disahkan oleh PK di Mahkamah Agung, maka imbasnya bisa menunda pemilu. Karena menurut dugaannya, Demokrat tidak akan diam, demikian juga pendukung bacapres yang dirugikan.

“Saya lihat, Ibu paling tegas menolak presiden tiga periode, lugas menolak penundaan pemilu. Ibu Megawati, gerakan penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan Presiden Jokowi masih terus serius sekelompok pihak kerjakan. Ini berbahaya dan bisa menjerumuskan bukan hanya Pak Jokowi, tapi kita semua sebagai bangsa,” tulisnya.

“Silakan Ibu cek informasi ini, dan mohon hentikan siasat penundaan pemilu, yang nyata-nyata melanggar
konsitusi,” tandasnya dalam surat terbuka Denny Indrayana. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp