SEMARANG, beritajateng.tv – Arus kendaraan di kawasan Kaligawe, Kota Semarang, mengalami kepadatan panjang setelah penutupan total Jalan Arteri Yos Sudarso sisi barat sejak Rabu, 12 November 2025.
Penutupan berlangsung selama satu bulan karena pengerjaan proyek Jalan Tol Semarang-Demak seksi 1A. Kondisi ini menimbulkan antrean kendaraan dari berbagai arah, terutama di jam sibuk.
Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, menjelaskan kemacetan terasa dari semua arah, termasuk timur, barat, pelabuhan, dan akses keluar tol.
“Dari semua arah, timur, barat, pelabuhan, dan juga dari arah exit tol,” ujar Rismanto pada Kamis, 13 November 2025.
BACA JUGA: Anggota Komisi V DPR RI Herviano: Flyover Madukoro Urai Kemacetan dan Dongkrak Ekonomi Semarang
Kanit Lantas Polsek Genuk, Iptu Bambang Triono, menambahkan pengendara masih bisa melintas melalui sisi timur jalan dengan sistem contra flow.
“Yang sisi timur dibikin contra flow; jadi tak ada istilah pengalihan arus,” kata Bambang.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan bersabar selama pengerjaan proyek berlangsung karena potensi antrean cukup tinggi.
Bambang mengimbau pengguna jalan dari arah Demak menuju Kota Semarang agar memilih jalur alternatif lewat Simpang Genuk. Langkah itu harapannya mampu mengurangi beban lalu lintas di sekitar titik penutupan.
BACA JUGA: Jateng Masih Hujan Sepekan ke Depan, Warga Kaligawe dan Genuk Mesti Tetap Waspada
“Dari sana ke kiri lewat Jalan Wolter Monginsidi, lalu ke Jalan Arteri Sukarno Hatta Pedurungan, baru ke arah kota,” jelasnya.
Sementara itu, kendaraan dari arah tol yang menuju kawasan pelebaran bisa mengambil jalur kanan dan mengikuti sistem contra flow.
Petugas lalu lintas bersiaga di beberapa titik untuk mengatur kendaraan agar tidak terjadi penumpukan. “Petugas juga akan bersiaga untuk mengarahkan pengendara,” tambah Bambang.
Kendaraan dari arah Pelabuhan Semarang diarahkan untuk berputar di sekitar SMP 4 Sultan Agung. Penutupan total sisi barat Jalan Arteri Yos Sudarso ini rencananya berlangsung hingga pertengahan Desember 2025. (*)





