SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan pencari kerja menghadiri pameran bursa kerja Undip Citra Job Fair di Auditorium Imam Barjo Undip pada Kamis, 6 Februari 2025.
Antusiasme mereka terlihat sejak pagi hari, di mana mereka sudah mengantre di stan-stan perusahaan dengan harapan memperoleh pekerjaan.
Salsabila Rahmah, salah satu pelamar, mengaku sengaja datang untuk mencari pekerjaan. Menurutnya, job fair ini mempermudah dalam mencari lowongan kerja.
“Sengaja ke sini emang pengen cari kerja. Tapi ternyata ada satu di perusahaan yang cocok sama jurusan kuliah. Jadi ya daftar ke satu saja,” katanya kepada beritajateng.tv.
BACA JUGA: RS Samsoe Hidajat Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Tingkatkan Pelayanan Kecelakaan Kerja
Sementara itu, Koordinator Panitia Undip Citra Jobfair, Johan Sanjaya, mengatakan pihaknya sengaja menggelar bursa kerja ini pada awal tahun 2025. Total, ada 30 perusahaan berskala multinasional yang dihadirkan untuk pelamar kerja.
Pihaknya sendiri menargetkan ada 4.000 pelamar kerja yang bergabung dalam bursa kerja yang berlangsung selama dua hari ini.
“Kami sudah dari kemarin; target pengunjung di Undip Citra Jobfair sekitar 4 ribu orang selama dua hari ini,” ungkap Johan.
Job fair solusi Gen Z dapat kerja
Lebih lanjut, Johan mengakui adanya fenomena generasi muda atau Gen Z susah mendapat pekerjaan. Oleh karena itu, bursa kerja ini menjadi salah satu cara agar gen Z, utamanya alumni Undip, untuk bertemu dengan pencari kerja.
Meski begitu, acara ini tidak terbatas pada alumni Undip saja. Siapa saja boleh mendaftar. Berdasarkan data yang terregistrasi, banyak pelamar kerja yang datang dari Solo, Demak, dan sekitarnya.
“Tentu sasarannya fresh graduate, supaya mereka punya pengalaman. Meskipun tidak harus keterima hari ini tapi setidaknya mereka punya kesempatan untuk interview, jadi ke depannya interview berikutnya tidak perlu takut lagi karena sudah pernah,” ungkap Johan.
Menurutnya, antusias masyarakat terhadap bursa kerja ini cukup tinggi. Terbukti, ribuan pengunjung datang dalam dua hari ini meski cuaca di Semarang sedang tidak bersahabat.
Johan berharap, bursa kerja ini dapat menjadi salah satu solusi mengatasi pengangguran yang rata-rata dialami oleh Gen Z.
“Ini adalah salah satu cara melatih teman-teman fresh graduate, terutama Gen Z, untuk bisa mengerti dunia kerja, interview, dan psikotes. Melamar satu kali langsung keterima itu jarang sekali, jadi memang harus beberapa step, beberapa proses,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





