SEMARANG, beritajateng.tv – Salah satu aturan pemerintah di Indonesia yaitu warganya harus menempuh pendidikan minimal 12 tahun lamanya.
Kampung yang berlokasi di Probolinggo kini menerapkan aturan serupa untuk para penduduknya.
Lokasi kampung tersebut yaitu berada di wilayah pegunungan tepatnya perbatasan kawasan wisata Gunung Bromo.
Sebut saja Desa Ngadisari yang penduduknya mayoritas berprofesi sebagai seorang petani.
Baca Juga: Desa Ini Berhasil Ciptakan Karya Unik dari Sampah Hingga Terbang ke Eropa, Lokasinya di Semarang
Kampung tersebut terbilang cukup unik lantaran berbeda dengan kampung pada umumnya yang tidak menjadikan pendidikan sebagai tolak ukur pertama.
Kampung Ngadisari terapkan aturan pemerintah yaitu syarat menikah dengan penduduk lokal kampung tersebut minimal harus tamat SMA.
Hanya dengan selembar ijazah SMA maka sudah dapat menikahi penduduk lokal yang ada di kampung tersebut.
Meskipun mapan dan terlahir dari orang kaya akan tetapi tidak memiliki selembar ijazah SMA maka tidak dapat memenuhi kriteria.
Maka dari itu, kampung tersebut akan menyelenggarakan upacara walagara apabila kedua mempelai sudah tamat SMA.
Upacara walagara disini merupakan sebuah upacara pernikahan yang dilakukan oleh suku Tengger di Desa Ngadisari.
Baca Juga: Aman dari Maling! Berikut ini Tips dari Kampung Unik di Magelang Jawa Tengah
Aturan tersebut sudah diterapkan sejak tahun 2010 hinga saat ini.
Semua itu bertujuan supaya kualitas SDM yang ada di Desa Ngadisari terus meningkat.
Apabila kualitas SDM meningkat maka akan berpengaruh pada potensi wisata yang terdapat di Desa Ngadisari.
Tidak heran apabila desa tersebut terapkan aturan pemerintah yaitu menempuh pendidikan selama 12 tahun untuk bisa melangsungkan pernikahan.(*)





