Jateng

Usai Viral Buang Limbah ke Selokan, Warung Bakso di Semarang Diminta Buat IPAL Portabel

×

Usai Viral Buang Limbah ke Selokan, Warung Bakso di Semarang Diminta Buat IPAL Portabel

Sebarkan artikel ini
Suasana mediasi bersama sejumlah pihak mengenai video viral pedagang bakso yang membuang limbah kuah di selokan, Banyumanik, Kota Semarang baru-baru ini. Mediasi terjadi pada Rabu, 4 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Suasana mediasi bersama sejumlah pihak mengenai video viral pedagang bakso yang membuang limbah kuah di selokan, Banyumanik, Kota Semarang baru-baru ini. Mediasi terjadi pada Rabu, 4 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan dan Pemberdayaan Lingkungan DLH Kota Semarang, Wahyu Heryawan, mengatakan, pihaknya menemukan bahwa warung bakso tersebut sebenarnya telah melakukan pemilahan limbah.

Akan tetapi, persoalan muncul karena limbah yang telah melalui proses tersebut pada akhirnya masih dibuang ke saluran.

“Itu yang kemudian menimbulkan masalah dan menjadi persoalan di lingkungan,” kata Wahyu.

Pengolahan Limbah

Wahyu kemudian memberikan sejumlah rekomendasi teknis untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah warung tersebut.

Untuk penanganan jangka pendek, pemilik usaha disarankan membuat grease trap atau perangkap lemak. Fasilitas ini berfungsi menyaring kandungan minyak dan lemak dari sisa pencucian peralatan maupun aktivitas memasak sebelum air limbah mengalir ke lingkungan.

Selain itu, DLH menyarankan pembuatan sumur resapan sebagai bagian dari penanganan sementara. Adapun untuk jangka menengah, pemilik warung bisa mempertimbangkan penggunaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) portabel.

Instalasi tersebut, kata dia, dapat menjadi alternatif pengolahan limbah usaha kuliner agar pembuangannya tidak mengganggu saluran lingkungan.

BACA JUGA: Garap Limbah Pertanian dan Peternakan jadi Biogas, Karang Taruna Desa Manggihan Kabupaten Semarang Melaju Tingkat Nasional

Wahyu mengklaim, pembuangan limbah ke saluran milik warga tidak sesuai dengan prosedur pengelolaan yang semestinya.

Aktivitas usaha kuliner seperti warung bakso perlu memperhatikan pengolahan air limbah, terutama kandungan lemak yang berpotensi menimbulkan bau. (*)

Editor: Diaz A Abidin

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp