Viral

Video KDRT Viral, Sherly Sebut Istri Pendeta Moses Henry Juga Pernah Diinjak Saat Hamil

×

Video KDRT Viral, Sherly Sebut Istri Pendeta Moses Henry Juga Pernah Diinjak Saat Hamil

Sebarkan artikel ini
sherly
Sherly Chebing, mantan istri oknum pendeta Moses Henry menjadi narasumber di podcast dr. Richard Lee, baru-baru ini. (YouTube/dr. Richard Lee)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sherly Chebing kembali menarik perhatian publik setelah hadir sebagai narasumber dalam podcast dr. Richard Lee. Dalam perbincangan tersebut, Sherly membagikan perkembangan baru terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan mantan suaminya, Moses Henry.

Nama Sherly Chebing sebelumnya telah dikenal luas. Publik sempat menyoroti tudingan pemerasan yang dilayangkan Moses Henry kepada Sherly. Polemik tersebut berkembang panjang dan membentuk opini beragam di tengah masyarakat.

Sorotan kembali menguat setelah video dugaan kekerasan rumah tangga yang melibatkan Moses Henry viral pada tahun 2024. Video tersebut memicu gelombang reaksi publik dan membuka kembali diskusi tentang perlindungan korban kekerasan domestik. Setelah peristiwa itu mencuat, Sherly menerima pesan pribadi yang mengejutkan.

Dalam podcast, Sherly mengungkap bahwa seorang perempuan menghubunginya melalui pesan langsung media sosial. Perempuan tersebut mengaku pernah menjadi istri Moses Henry.

BACA JUGA: Ngaku Jadi Korban KDRT, Sherly Chebing Ungkap Perilaku Aneh Pendeta Moses

Ia menyertakan identitas serta bukti berupa data kelahiran anak sebagai penguat pengakuan.

Perempuan tersebut menyampaikan pengalaman kekerasan yang serupa dengan apa yang Sherly alami. Ia mengaku pernah menerima perlakuan kasar hingga mengalami gangguan pendengaran selama beberapa bulan. Kekerasan tersebut, menurut pengakuannya, terjadi setelah ia melawan tindakan fisik yang Moses lakukan.

Sherly menjelaskan bahwa perempuan tersebut merasa ketakutan untuk melapor kepada aparat penegak hukum. Ia mengaku percaya pada klaim Moses yang menyebut memiliki kedekatan dengan pejabat kepolisian. Rasa takut itu mendorong perempuan tersebut memilih melarikan diri.

Pengakuan semakin mengkhawatirkan ketika perempuan itu menyebut kondisi kehamilan saat kekerasan terjadi. Ia mengaku menerima tendangan pada bagian perut dalam keadaan hamil.

Cerita tersebut membuat Sherly merasa terpukul dan semakin yakin bahwa kekerasan berlangsung berulang.

Dalam percakapan podcast, Sherly dan Richard Lee turut membahas identitas perempuan tersebut. Sherly menyebut perempuan itu memiliki latar belakang keluarga gereja. Awalnya, Sherly mengira perempuan tersebut berasal dari Blitar, namun informasi lanjutan menyebut kelahiran di Waingapu, Sumba.

Perempuan itu kini di sebut tinggal di wilayah Sidoarjo. Sherly juga menyebut adanya gereja yang pernah berkaitan dengan Moses Henry di wilayah tersebut. Menurut pengakuan Sherly, papan nama gereja tersebut telah di lepas.

Fakta lain yang terungkap menyebut Sherly baru mengetahui statusnya sebagai istri ketiga setelah menikah di Amerika dan kembali ke Indonesia.

BACA JUGA: Tegaskan KDRT Bukan Ranah Privat, Komisi E DPRD Jateng Minta Korban dan Saksi Berani Lapor

Informasi tersebut semakin memperkeruh gambaran konflik rumah tangga yang selama ini tersembunyi.

Pengakuan Sherly Chebing dalam podcast dr. Richard Lee memicu reaksi luas dari publik.

Banyak warganet menyampaikan simpati serta mendesak perlindungan lebih kuat bagi korban kekerasan rumah tangga. Hingga kini, cerita tersebut terus memicu diskusi mengenai keberanian korban untuk bersuara dan pentingnya penanganan hukum yang adil. (*)