TEGAL, beritajateng.tv – Viral sebuah kabar tentang anak yang tega melaporkan ayah kandungnya ke polisi setelah cekcok soal kotoran kucing. Adapun peristiwa ini terjadi di Tegal, Jawa Tengah.
Informasinya, sang ayah yang anaknya laporkan tersebut berusia 70 tahun yang sudah uzur dan sakit-sakitan.
Sidang atas agenda pemeriksaan saksi dari kasus anak laporkan ayahnya ke polisi ini pun telah berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas IA Tegal pada Senin, 5 Februari 2024 kemarin.
Suasana haru pecah kala terdakwa Zaenal Arifin (73) mengenakan rompi oranye duduk di kursi pesakitan. Usai persidangan, Kakek Zaenal disambut isak tangis anak-anak lainnya dan sejumlah teman serta tetangga.
Kasus ini bermula saat ada cekcok di antara ayah dan anak bungsunya yang berinisial KT terkait kotoran kucing.
BACA JUGA: dr Qory Laporkan KDRT, Kabur dari Suaminya Saat Hamil 6 Bulan
Dari cekcok tersebut, Kakek Zaenal, warga Jalan Mliwis, Kelurahan Randugunting, Kota Tegal itu terkena tuduhan penganiayaan anaknya hingga berujung laporan polisi.
Anak laporkan kasus dugaan KDRT
Fery Junaedi, selaku kuasa hukum pelapor mengatakan bahwa kliennya, yakni KT, terpaksa harus memidanakan ayahnya karena sudah cukup lama mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Adapun KT mengaku bahwa setelah cekcok tersebut, ia mendapat penganiayaan dari ayahnya sehingga ia tak kuasa untuk menempuh jalur hukum atas kasus ini.
“Upaya damai antar keluarga sudah mereka usahakan, namun tak pernah ada titik temu,” ucapnya. Dalam persidangan, majelis hakim meminta adanya mediasi kembali antar keluarga agar terdakwa bisa mendapat keringanan hukuman mengingat usianya sudah tua. Sidang sudah berlanjut pada hari Selasa dengan agenda pemeriksaan terdakwa.
David Surya, selaku kuasa hukum terdakwa mengatakan bahwa Zaenal harus menghadiri persidangan kedua dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi meringankan dari istri dan tiga anaknya.
“Dalam persidangan, semua saksi menyatakan terdakwa tidak pernah berbuat kasar terhadap anaknya dan pelapor,” katanya.





