Ia menilai tambalan sebelumnya dikerjakan kurang maksimal karena aspal tidak menempel kuat. Relawan berharap Pemerintah Kota Semarang segera memperbaiki jalan tersebut secara menyeluruh agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.
Sebagai informasi, Relawan Gabungan Semarang juga pernah menggelar aksi serupa pada 8 Februari 2025 lalu dengan menandai jalan-jalan berlubang menggunakan cat semprot di berbagai titik kota.
“Aksi itu kami lakukan saat musim hujan, karena saat itu banyak jalan rusak dan angka kecelakaan meningkat,” tambah Peyok. (*)
Editor: Ellya Amaliyah





