SEMARANG, beritajateng.tv – Sudah merupakan pengetahuan umum jika bayi yang baru lahir harus mendapatkan nutrisi utama dari Air Susu Ibu (ASI).
Namun, mirisnya, tak lama ini viral sebuah video yang menunjukkan hal yang sangat berbeda. Dalam unggahan pemilik akun TikTok bernama @rulyjember, tampak bayi yang baru berusia 10 hari sudah orang tuanya beri makanan yang bukan ASI.
Dalam rekaman itu, tampak bayi yang tidur di atas kasur dengan balutan kain putih di badannya. Kemudian ia diberikan makanan seperti bubur.
Saat seorang netizen bertanya tentang usia bayi tersebut, sang ibu mengonfirmasi bahwa bayinya baru berusia 10 hari.
BACA JUGA: Ketum IAI Sebut Prodi Apoteker Spesialis Tinggal Tunggu Nomenklatur Terbit
Bayi tersebut tampak berusaha menelan makanan yang ibunya berikan dengan bantuan lidahnya. Sang ibu pun terus menyuapi bayinya. Video tersebut pun langsung menjadi viral.
Video tersebut menuai banyak kecaman warganet. Pasalnya, kekhawatiran mereka tertuju pada sistem pencernaan bayi yang belum siap untuk mencerna makanan selain ASI.
Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan dr. Lovely Daisy, MKM mengungkapkan bahaya yang mengancam bayi apabila mendapat makanan selain air susu ibu (ASI).
Menurutnya, bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan hanya boleh diberikan ASI, atau ASI eksklusif. ASI eksklusif sendiri berarti bayi hanya diberi ASI tanpa ada tambahan makanan atau minuman lainnya pada usia 0-6 bulan.
Ketentuan tersebut juga sesuai dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Makanan terbaik bagi bayi baru lahir adalah ASI. WHO merekomendasikan, sampai bayi berusia 6 bulan, tidak diberikan makanan atau minuman lain, kecuali obat dan vitamin atau bayi dengan indikasi medis,” ujar Daisy seperti beritajateng.tv kutip dari situs resminya, Jumat 31 Mei 2024.
BACA JUGA: Mbak Ita Launching L1ON, Percepat Pelayanan Perizinan Praktek Bagi Nakes di Semarang
Lantas, apa saja dampak memberikan makanan selain ASI pada bayi ini?
Daisy menyebut bahwa pemberian makanan selain ASI pada bayi yang berusia kurang dari enam bulan dapat meningkatkan resiko penyakit infeksi, seperti diare dan meningitis.
“Bayi lebih mungkin mengalami intoleransi, bahkan bisa juga mengakibatkan alergi seperti eksim,” imbuhnya.
Tak hanya itu, memberikan makanan selain ASI juga dapet mempengaruhi proses menyusui. Hal ini karena bayi akan kenyang dan jarang menyusu.
Jika hal tersebut terjadi, maka akan ada gangguan dalam produksi ASI pada ibu, yang mana sebenarnya memiliki manfaat seperti menurunkan resiko kanker ovarium dan kanker payudara.
“Menyusui memberikan manfaat besar bagi ibu dan bayi, antara lain meningkatkan daya tahan tubuh bayi, melindungi pencernaan bayi, dan meningkatkan kecerdasan, menurunkan risiko penyakit degeneratif pada bayi. Pada ibu, menyusui dapat menurunkan risiko kanker ovarium dan payudara.” ungkap Daisy. (*)





