SEMARANG, beritajateng.tv – Salah satu yang menarik perhatian masyarakat Kota Semarang akhir-akhir ini ialah spot “surfing” di Bendungan Pleret, Banjir Kanal Barat. Setiap sore, bendungan itu jadi arena anak-anak bermain surfing atau seluncuran.
Akan tetapi, akibat kondisi yang tidak lagi kondusif dan membludaknya pengunjung, akhirnya petugas setempat terpaksa menutup spot hits ini.
“Bendungan bukan tempat wisata, ada beberapa larangan yang sudah kami pasang,” ungkap seorang operator Bendungan Banjir Kanal Barat, Bayu, kepada beritajateng.tv, Kamis, 18 Juli 2024.
Bayu mengaku kaget dan tidak meyangka atas jumlah pengunjung yang tiba-tiba membludak. Terutama, selama semingggu belakangan.
BACA JUGA: Video Bahaya Jika Air Bah Datang, Wisata Seluncur Bendung Pleret Bakal Dilarang?
Ia menjelaskan, aktivitas seluncuran di bendungan Banjir Kanal Barat tergolong berbahaya. Sehingga, ia tak memganjurkan pengunjung untuk bermain di area tersebut.
Pihaknya bahkan telah menutup seluruh pintu utama untuk turun ke bendungan. Akan tetapi, penutupan tersebut sia-sia lantaran pengunjung bisa menerobos lewat lokasi lain.
“Kami sudah melarang dan mengunci semua akses. Tapi karena akses masuk ke bendungan itu banyak, kami jadi kewalahan menghalau anak-anak turun,” paparnya.
Ancaman tenggelam dan air bah di Bendungan Pleret
Lebih lanjut, sejak viral di media sosial, ratusan anak-anak hingga remaja berbondong-bondong mendatangi bendungan Banjir Kanal Barat. Selain menonton, mereka juga ingin mencoba berseluncur.
Alhasil, Bayu mencatat selama seminggu ini ada tiga orang yang nyaris tenggelam. Ketiganya merupakan anak-anak.
“Mereka nyaris tenggelam di dekat pintu air, namanya anak-anak kalau main itu kadang enggak bisa dikontrol. Misal mereka dorong-dorongan terus jatuh,” beber Bayu.
Sebenarnya, lanjut Bayu, kawasan Bendungan Pleret terbagi menjadi dua zona. Yang pertama ialah zona umum meliputi taman dan boleh digunakan untuk kegiatan masyarakat.
BACA JUGA: Viral Surfing Bendungan Pleret BKB, Mbak Ita Himbau Masyarakat Waspada dan Berhati-hati Air Bah
Sementara yang kedua adalah zona khusus yakni meliputi mercu bendungan dan pintu air. Zona khusus inilah zona terlarang dan masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun.
Sebab, di zona khusus itu terdapat bahaya yang paling mengintai, yaitu air bah.
“Anak-anak kalau asik main dan dikasih nasihat kadang suka menyepelekkan. Ini bukan tempat wisata, misal terjadi insiden kelapa terbentur dan lain-lainnya yang bertanggung jawab siapa?” tandasnya menekankan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





