Jateng

Viral Limbah Bakso, Balai Kemenperin Sarankan Pemkot Semarang Buat IPAL Komunal

×

Viral Limbah Bakso, Balai Kemenperin Sarankan Pemkot Semarang Buat IPAL Komunal

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Kerja Sertifikasi Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) Kementerian Perindustrian di Kota Semarang, Muhamad Syarifudin Edy Nugroho, saat beritajateng.tv di Awann Sewu, Rabu sore, 4 November 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)
Ketua Tim Kerja Sertifikasi Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) Kementerian Perindustrian di Kota Semarang, Muhamad Syarifudin Edy Nugroho, saat beritajateng.tv di Awann Sewu, Rabu sore, 4 November 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)
BACA JUGA: Kerja Sama Polines-Guizhou Dibuka, PDAM Semarang Incar Teknologi Air Limbah Berkelas Dunia

Dia mengatakan, kualitas air yang masih terjaga memungkinkan organisme di dalamnya tetap hidup. Sebaliknya, pencemaran dapat mengganggu ekosistem hingga menyebabkan kematian biota air.

“Kalau airnya bersih kan mikroorganisme ataupun mungkin ikan-ikan masih bisa hidup. Akan tetapi ketika airnya kotor dan tercemar bisa jadi ikan-ikannya ikut mati,” bilang Edy.

Kesadaran Lingkungan Dimulai dari Rumah

Di luar persoalan limbah usaha, Edy mengingatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu bermula dari kebiasaan sehari-hari di tingkat rumah tangga.

Menurutnya, menjaga lingkungan tidak harus selalu melalui kebijakan besar pemerintah. Setiap individu dapat mengambil peran melalui tindakan sederhana.

Dia mencontohkan, agar  tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, hingga menghabiskan makanan dan minuman agar tidak menjadi sampah.

“Jadi, bagaimana kita ini harus aware terhadap lingkungan kita. Saya pun mulai ngajarin anak-anak, ‘Ayo, jangan membuang sampah sembarangan. Jangan kebanyakan menggunakan plastik, kalau minum dihabiskan’,” katanya.

BACA JUGA: Sejumlah Dapur MBG di Semarang Berhenti Beroperasi Sementara, Pengolahan Air Limbah Tak Penuhi Standar

Edy meyakini, apabila kebiasaan menjaga lingkungan bisa masyarakat terapkan secara luas, maka persoalan sampah dan pencemaran dapat berkurang,.

“Enggak akan lagi ada sampah yang numpuk, enggak lagi ada orang yang buang sampah sembarangan,” ucapnya.

Sebelumnya, warga di kawasan Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang, mengeluhkan pembuangan limbah kuah dan kaldu bakso ke saluran got di depan rumah mereka. Persoalan tersebut sempat memicu perselisihan antara warga dan karyawan warung bakso hingga videonya viral di media sosial.

Dalam mediasi yang melibatkan pihak terkait, pengelola warung menyampaikan permintaan maaf dan berkomitmen mengubah cara pengelolaan limbah. Salah satunya dengan menyiapkan tempat penampungan agar limbah tidak lagi dibuang langsung ke saluran air. (*)

Editor: Diaz A Abidin