Menurut ahli gizi Ali Khomsan dari Institut Pertanian Bogor, laron jenis makanan yang kaya akan sumber nutrisi, dengan kandungan lemak sebesar 44 persen dan protein 36 persen. Dulu, pada tahun 1970-an, laron itu orang goreng menjadi cemilan karena sulitnya mencari makanan bergizi.
“Dulu tahun 1970-an, laron digoreng menjadi cemilan karena memang kita masih sulit mencari pangan bergizi,” ujar Ali.
Laron memiliki kandungan lemak sebesar 44 persen dan protein 36 persen. Sehingga, ini gizi yang luar biasa dari laron,” lanjutnya. Kendati demikian, Ali menyebut bahwa tak semua orang dapat mengonsumsi laron, terlebih mereka yang memiliki alergi.
Alergi ini pun bersifat individual, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap protein pangan tertentu. Gejalanya bisa berupa gatal-gatal, mual, dan bintik-bintik pada kulit.
Jadi, selama bisa dikonsumsi dalam batas normal, laron terbilang aman untuk manusia konsumsi.(*)





