Diakui Arwita, kondiai kontainer sampah bolong-bolong memang cukup menghambat pelayanan. Dia mengaku, telah menganggarkan peremajaan 44 kontainer sebesar Rp 2,5 miliar melalui APBD 2025. Peremajaan di prioritaskan untuk armada yang mengalami rusak berat.
“Ada yang rusak ringan, sedang, berat. Jadi, harus di pisahkan. Seperti di video (video viral-red) rusak berat. Kalau lobang dikit itu rusak ringan. Memang yang rusak berat yang diutamakan,” jelasnya.
Upaya menggaet perusahaan untuk menggelontorkan dana corporate social responsibility (CSR), kata dia, telah pihaknya lakukan.
Hanya saja, mayoritas perusahaan memberikan bantuan berupa tong sampah pilah fan gerobak sampah. Hingga kini, belum ada perusahaan yang menggelontorkan bantuan pengadaan kontainer.
“Karena anggaran besar, satu kontainer Rp 60 juta,” tambahnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





