Viral

Viral Tusuk Sate Dicuci dan Dipakai Lagi, Pedagang di Blok GM Semarang Bantah: Lidi Kita Baru Terus

×

Viral Tusuk Sate Dicuci dan Dipakai Lagi, Pedagang di Blok GM Semarang Bantah: Lidi Kita Baru Terus

Sebarkan artikel ini
sate padang ojo manih blok gm
Sate Padang Ajo Manih Blok GM Semarang berikan tanggapan terkait viralnya video tusuk sate, Kamis, 28 Mei 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Video dugaan tusuk sate dicuci dan digunakan kembali oleh salah satu pedagang sate Padang di Jalan Gajahmada Semarang viral di media sosial dan memicu perbincangan warganet. Tuduhan tersebut ramai setelah diunggah akun Threads @wowartisnih dan kemudian direpost sejumlah akun Instagram.

Dalam unggahan itu, pemilik akun menuliskan narasi mengenai pengalaman makan sate Padang di Semarang dan menuding tusuk sate bekas dicuci untuk dipakai ulang.

“First time makan sate padang di semarang dan gak pernah semuak ini, tusuk sate dicuci dan dipakai lagi. Udah bekas berapa mulut tuh tusuk nya sampai tusuk nya tipis bgt. Harga sate 24rb per porsi, tapi untuk beli tusuk sate merasa rugi,” tulis akun tersebut.

Menanggapi viralnya video itu, pihak Sate Padang Ajo Manih yang berlokasi di Blok (Gajahmada) GM Semarang akhirnya memberikan klarifikasi. Karyawan Sate Padang Ajo Manih, Afan (25), membantah tuduhan tusuk sate tersebut.

Menurutnya, tusuk sate bekas pelanggan selalu pihaknya buang atau bakar dan tidak pernah mereka gunakan ulang.

“Kalau yang kemarin itu sebenarnya tidak kami pakai lagi. Kita tidak kami cuci lagi, langsung kami buang atau bakar,” ujar Afan saat beritajateng.tv temui pada Kamis, 28 Mei 2026 malam.

BACA JUGA: Begini Resep Bumbu Sate Enak dan Gurih saat Idul Adha, Bikin Nagih!

Afan menjelaskan, kesalahpahaman muncul karena ada wadah berisi air sabun di area belakang tempat makan. Kabarnya, air tersebut berasal dari aktivitas mencuci piring dan tangan pekerja.

Ia mengatakan, pekerja yang terlihat memilah lidi hanyalah memisahkan sampah agar tidak berserakan.

“Itu cuma tempat ngumpulin lidi saja. Air sabun itu dari cuci tangan dan cuci piring. Jadi mungkin dikira dicuci untuk dipakai lagi, padahal tidak,” jelasnya.

Afan juga menyinggung percakapan dalam video viral yang memperlihatkan seorang pekerja menjawab “iya” saat pelanggan menanyakan soal pencucian kembali tusuk sate. Ia menyebut jawaban tersebut terjadi karena pekerja tersebut memiliki gangguan pendengaran.

“Bapak itu pendengarannya memang agak kurang. Jadi mungkin salah dengar pertanyaannya,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya selalu menggunakan tusuk sate baru setiap hari dan tidak pernah memakai kembali tusuk sate bekas pelanggan.

“Intinya lidi kita baru terus, enggak pernah pakai lidi bekas,” tegas Afan.

Karyawan tersebut juga mengatakan bahwa ia membeli lidi di tempat yang sama dengan tempat pemesanan ketupat untuk menu sate Padang.

“Kalau tusuk sate yang tipis itu memang karena kita bahannya dari janur, jadi lebih tipis. Kita beli [tusuk sate] di satu tempat dengan pesan ketupat,” jelasnya.

Penjualan Turun Drastis Usai Video Viral

Afan mengaku video viral tersebut berdampak besar terhadap penjualan Sate Padang Ajo Manih yang telah berjualan lebih dari 14 tahun di kawasan Blok GM Semarang.

Sebelum viral, kabarnya, penjualan sate bisa mencapai 40 kilogram per hari pada hari biasa dan meningkat hingga 45-50 kilogram saat akhir pekan. Namun setelah video ramai di media sosial, penjualan turun hampir separuh.

“Kalau sekarang sekitar 15 sampai 20 kilo saja. Dampaknya sangat kerasa,” ungkapnya.

Meski demikian, Afan menyebut hingga kini belum ada pengurangan karyawan akibat penurunan omzet tersebut.

Ia berharap masyarakat lebih teliti sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

“Kalau kurang percaya, datang langsung ke sini lihat sendiri. Bahkan setelah makan kalau masih ragu, lidinya bisa patahkan sendiri,” ujarnya.

Pembeli Langganan Sebut Tusuk Sate Selalu Penjual Buang

Salah satu pelanggan, Ridho (31), mengaku terkejut saat mendengar kabar viral tersebut. Namun ia mengaku tidak percaya tusuk sate pihak sate gunakan ulang karena sudah menjadi pelanggan tetap selama lebih dari empat tahun.

“Saya hampir tiap minggu makan di sini. Selama ini enggak pernah ada isu seperti itu,” kata Ridho usai menikmati sate Padang Ajo Manih di Blok GM.

Menurutnya, tempat berisi lidi bekas kemungkinan hanya pihak sate gunakan untuk mengumpulkan sampah agar tidak tercecer.

BACA JUGA: Kisah Inspiratif Relawan SPPG Blora: Dulu Penjual Sate Jamur, Kini “Ibu Dapur” MBG

Ridho bahkan mengaku pernah melihat langsung proses pembuangan sampah saat warung hendak tutup.

“Mereka [tusuk satenya] memang dibuang, dicampur sama sampah makanan lain. Enggak mungkin dipilah satu-satu buat dipakai lagi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mencari fakta secara langsung sebelum menyimpulkan sesuatu dari potongan video di media sosial.

“Harusnya lihat fakta sebenarnya dulu. Datang sendiri ke sini dan lihat langsung,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp