HeadlineJatengNews Update

Wali Kota Pantau Pelayanan Akhir Pekan Serentak di Kota Semarang

×

Wali Kota Pantau Pelayanan Akhir Pekan Serentak di Kota Semarang

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengunjungi pelayanan akhir pekan di Kecamatan Banyumanik, Sabtu (4/2/2023). (Ellya - beritajateng.tv)

SEMARANG, 5/2 (beritajateng.tv) – Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar pelayanan akhir pekan serentak di 16 kecamatan. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu secara langsung memantau proses dan pelayanan akhir pekan di tiga kecamatan secara langsung pada Sabtu (4/2/2023).

Tiga kecamatan di antaranya yaitu Kecamatan Mijen, Kecamatan Banyumanik, dan Kecamatan Gunungpati di samping membuka pelayanan akhir pekan juga mengadakan lomba masak menu sehat untuk anak stunting.

Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas yang datang mengakses pelayanan.

“Ada pelayanan terpadu akhir pekan yang diadakan di 16 Kecamatan yang tentu dari masing-masing kecamatan mempunyai inovasi-inovasi sendiri untuk menggerakkan masyarakat supaya hadir datang. Tadi ada juga lomba masak menu (untuk anak) stunting jadi mengambil potensi-potensi bahan makanan yang ada di wilayah masing-masing,” tutur Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat ditemui usai membuka pelayanan akhir pekan di Banyumanik, Sabtu (4/2/2023).

Perempuan yang akrab disapa Ita tersebut juga mendorong masyarakat untuk melakukan urban farming atau menanami pekarangan dengan tanaman produktif.

Menurutnya, jika bahan-bahan makanan menu sehat untuk anak stunting bisa dihasilkan dari pekarangan masing-masing maka akan lebih ekonomis dan berkelanjutan.

“Banyumanik ini kalau pagi masih berkabut cuacanya, masih dingin sehingga pas untuk bercocok tanam. Bisa menanam bahan-bahan yang biasa ibu-ibu masak. Bisa di pot-pot tidak harus di tanah,” ajak Ita.

“Kemarin para pimpinan daerah sudah dipanggil Pak Jokowi dan disampaikan bahwa tahun 2023 ini program prioritasnya adalah ketahanan pangan. Kalau kita mau tidak susah pangan tidak susah cari sayur ya kita menanam sendiri. Nanti juga akan ada lomba urban farming tingkat kecamatan dan kelurahan (untuk mendukung program pemerintah pusat tersebut),” imbuh Ita.