Jateng

Walikota Semarang Dorong Pengembangan Riset Pangan dan Tanaman lewat BRIDA

×

Walikota Semarang Dorong Pengembangan Riset Pangan dan Tanaman lewat BRIDA

Sebarkan artikel ini
BRIDA Riset
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mendorong BRIDA lakukan riset pangan dan tanaman saat petik buah di Kelurahan Gondoriyo, Ngaloyan, Kota Semarang, Selasa 7 November 2023. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut peran Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA) dalam penelitian dan pengembangan pangan sangat penting. Hal ini untuk mendorong potensi pertanian dan lumbung pangan di Kota Semarang.

Mbak Ita, sapaan akrabnya mengatakan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang pada Kamis (2/11/2023) lalu. Telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang pembentukan SOTK (susunan organisasi tata kerja) baru BRIDA.

Dengan Perda tersebut, Pemkot Semarang bisa mendapatkan riset dan kajian untuk pengembangan inovasi atas permasalahan di daerah.

“Pemkot telah mendapatkan support dari DPRD Kota Semarang terkait pengesahan SOTK baru adanya BRIDA (Badan Riset Inovasi Daerah). Di mana dengan Perda ini kita bisa mengembangkan inovasi khususnya di bidang pangan. Termasuk budidaya tanaman-tanaman di Semarang,” kata Mbak Ita.

Bahkan sebelumnya, lanjut Mbak Ita, Pemerintah Kota Semarang dengan BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional) telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama.

Kerjasama itu terkait sinergi ini merupakan upaya penguatan ketahanan pangan untuk menekan inflasi serta penanggulangan stunting dan kemiskinan.

“Dengan BRIDA ini, mungkin nanti ada riset dan penelitian, sehingga bisa muncul varietas-varietas tanaman baru serta inovasi pertanian di Kota Semarang,” katanya.

“Kalau di kelurahan Gondoriyo berhasil membudidayakan kelengkeng Hawai, bisa saja nanti namanya kita patenkan jadi kelengkeng Gondoriyo atau kelengkeng pak Selamet. Jadi tinggal mengambil dari nama pengembangnya,” ujar Mbak Ita.

Di Gunungpati, lanjutnya, kami juga sudah ikut mendorong budidaya durian malika. Nama durian Malika juga diambil dari nama pemiliknya.

“Karena kebetulan saya sedang mengawal Budidaya Durian Malika, karena durian ini sudah berumur 200 tahun. Nah kalau tidak di jaga, maka bisa punah, sehingga perlu riset konservasi tumbuhan terancam kepunahan,” jelasnya.

Belajar dari pengalaman, lanjutnya, ada satu kejadian salah satu durian unggulan Semarang, durian Kholil tidak bisa kita kembangkan karena terkena petir.

Riset Pangan dan Tanaman BRIDA

“Makanya ini tugas kita semua, tugas BRIDA juga untuk menjaga tanaman ini bisa tetap lestari di Kota Semarang. Saat ini, belum bisa menggunakan anggaran APBD, tapi kami upayakan mencarikan CSR dari swasta dan perusahaan,” terangnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Semarang Sumarsono mengatakan, BRIDA muncul atas inisiatif Pemerintah Daerah dan masuk dalam perubahan program pembentukan Perda.

“Kami sangat mengapresiasi, karena BRIDA ini sangat Pemkot butuhkan,” ujar Suhartono yang juga merupakan Sekretaris Komisi C DPRD.

Sebagai Kota metropolitan, Semarang sangat membutuhkan BRIDA. Karena semua untuk pengembangan Kota harus berdasarkan kajian, riset serta berdasarkan pada rencana yang matang dan inovasi.

“Semarang saat ini udah bagus. Tinggal membuat inovasi-inovasi lagi,” katanya.

Menurutnya, pembangunan di Kota Semarang harus berdasarkan pada riset, kajian yang matang, mendalam, serta perencanaan yang terpadu.

“Pembangunan di kota Semarang ini bisa menjadi pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Ini yang harus menjadi prinsip pembangunan kota Semarang kedepannya,” lanjutnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp