“Mereka berkompetisi dengan sehat, ini makin ketat teknologi face recognition untuk mendeteksi wajah, tidak ada lagi backup, maupun joki. Mereka tidak bisa mencontek lewat CAT ini yang menjadi gerbang masuk menjadi PPPK,” katanya.
Pihaknya berharap peserta yang lolos sebagai PPPK dapat mengedepankan profesional kerja di bidang masing-masing. Termasuk menjaga integritas dalam melayani masyarakat.
“Ke depannya kami berharap ada kuota tenaga lainnya. Kami mendorong mereka menjadi profesional-profesional di pemerintahan daerah,” katanya.
Perlu diketahui, seleksi kompetensi ini terdiri atas, Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, Kompetensi Sosial Kultural. Dan Wawancara yang semuanya dilakukan berbasis CAT atau alat bantu komputer untuk mendapatkan lulusan yang memenuhi standar minimal kompetensi. (*)
Editor: Elly Amaliyah





