Jateng

Waspada! Link Phishing Berkedok Ucapan Lebaran Kian Marak, Begini Modus dan Cara Menghindarinya

×

Waspada! Link Phishing Berkedok Ucapan Lebaran Kian Marak, Begini Modus dan Cara Menghindarinya

Sebarkan artikel ini
Phishing Lebaran | cara mengatasi phishing
Ilustrasi phishing. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perayaan Hari Raya Idul Fitri identik dengan tradisi saling mengirimkan ucapan selamat melalui pesan teks, gambar, atau animasi bergerak (GIF). Namun, di tengah momen Lebaran penuh kebahagiaan ini, ancaman kejahatan siber juga semakin meningkat, salah satunya link phishing.

Pelaku kejahatan digital sering kali memanfaatkan euforia lebaran dengan menyebarkan link phishing yang berkedok kartu ucapan atau pesan Lebaran.

Akibatnya, banyak orang tertipu dan tanpa sadar mengklik tautan berbahaya yang dapat mencuri data pribadi mereka.

Salah satu modus yang sering terjadi adalah penyebaran file APK (aplikasi) berbahaya melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp.

BACA JUGA: Video Serangan Siber Sasar Ratusan Hotel di Jawa Tengah, Nomor Pemesanan Kamar Diganti

Saat korban mengunduh dan menginstal file APK tersebut, pelaku langsung dapat mengakses informasi pribadi di perangkat korban, termasuk data perbankan dan akun media sosial.

Lansia menjadi target utama dari modus penipuan digital ini. Pasalnya, mereka lebih rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber karena keterbatasan pengetahuan teknologi.

Para pelaku tega memanfaatkan kepercayaan korban dengan menyamar sebagai pihak bank atau layanan resmi untuk mencuri data pribadi.

Tips menghindari kejahatan siber link phishing saat lebaran

Lebih lanjut, agar tetap aman dari serangan phishing dan penipuan digital selama Lebaran, perhatikan langkah-langkah berikut:

1. Jangan sembarang klik link atau unduh file

Hindari mengklik tautan mencurigakan yang masuk melalui WhatsApp, email, atau media sosial, terutama dari pengirim yang tidak dikenal.

2. Teliti setiap pesan yang diterima

Bank dan layanan keuangan resmi tidak pernah meminta data pribadi seperti password atau PIN melalui telepon, SMS, atau email. Jika menerima pesan semacam ini, abaikan dan laporkan.

3. Verifikasi keaslian situs atau aplikasi sebelum transaksi

Pastikan situs atau aplikasi untuk transaksi keuangan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memiliki reputasi yang baik.

BACA JUGA: Marak Ancaman Serangan Siber, Bank Jateng Berkomitmen Jaga Keamanan Data Nasabah

4. Hindari tawaran mencurigakan