SEMARANG, beritajateng.tv – Calon Walikota Semarang nomor urut 2, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya alias Yoyok Sukawi berjanji akan memprioritaskan pendapatan non pajak untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).
Yoyok Sukawi menyampaikan pandangannya terkait kurang maksimalnya pendapatan daerah yang selama ini terjadi.
Menurutnya, hal ini karena belum optimalnya koperasi dan potensi lainnya yang dapat mendongkrak pendapatan daerah.
BACA JUGA: Video Tak Andalkan Penerimaan Pajak, Yoyok-Joss Prioritaskan Penguatan BUMD
“Kami, Yoyok Sukawi dan Joko Santoso, melihat bahwa pendapatan daerah masih kurang optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum maksimalnya peran koperasi dan berbagai potensi lain yang dapat digali,” ujar Yoyok.
Yoyok Sukawi menjelaskan memiliki program yang berfokus pada kreativitas dalam meningkatkan pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat melalui pajak.
“Kami punya program yang baik dengan meningkatkan pendapatan daerah secara lebih kreatif. Kami akan mencari alternatif dengan mengoptimalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan aset-aset milik pemerintah Kota Semarang,” lanjutnya.
Dia menjelaskan jika penguatan BUMD dan pemanfaatan aset jadi dua pilar penting untuk optimalisasi PAD di Ibu Kota Jawa Tengah.
Pendekatan ini, menurut Yoyok, bertujuan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih baik tanpa menambah beban pajak bagi masyarakat, sembari tetap menjaga keberlanjutan pembangunan kota.
Sedikit informasi, Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss), mengikuti debat terbuka putaran kedua Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat, 8 November 2024.
Debat ini mengangkat tema “Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik”. Ini menjadi ajang bagi kedua paslon untuk memaparkan visi dan gagasan mereka mengenai perbaikan tata kelola pemerintahan di Kota Semarang. (*)
Editor: Elly Amaliyah




