– Beras: 30 peminat, 28 produsen
– Minyak goreng: 24 peminat, 2 produsen
– Cabai: 25 peminat, 33 produsen
– Bawang merah: 13 peminat, 20 produsen
– Jagung: 4 peminat, 25 produsen
– Telur ayam: 3 peminat, 4 produsen
Nugroho berharap pertemuan ini menghasilkan transaksi nyata dan kerja sama jangka panjang antarwilayah.
“Mudah-mudahan dari pertemuan ini tercapai komitmen perdagangan yang konkret. Kami juga menyiapkan database agar koordinasi antar-TPID lebih optimal,” katanya.
Semarang dan Klaten Jadi Daerah dengan Kebutuhan Kerja Sama Tertinggi
Secara kewilayahan, Kabupaten Klaten dan Kota Semarang tercatat memiliki potensi kebutuhan kerja sama terbesar dengan masing-masing 11 potensi kerja sama.
Sementara dari sisi produsen, Kabupaten Demak dan Grobogan menjadi daerah dengan potensi pasokan tertinggi.
Dalam acara tersebut juga terlaksana penandatanganan kerja sama antara Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Kalingga Makmur Sejahtera Kabupaten Jepara dengan Gapoktan Karya Manunggal Kabupaten Rembang untuk komoditas beras.
Selain itu, kerja sama antardaerah di wilayah Banyumas Raya juga sepakat untuk komoditas cabai, beras, jagung, bawang merah, dan minyak goreng. (*)





