“Potensi kecelakaan seperti di wahana air atau ada pengunjung yang tenggelam, terseret ombak, lalu wahana yang rusak atau gagal fungsi, serta wahana yang berisiko tinggi seperti roller coaster, jembatan kaca, dan jembatan gantung. Itu juga menjadi bagian yang kita perhatikan,” ungkap dia.
BACA JUGA: Mudik Lewat Tol Jakarta-Semarang? Ini Jadwal One Way Ganjil-Genap dan Contraflow Saat Lebaran 2025
Tak hanya itu, Agung mengungkap sudah ada Surat Edaran (SE) Gubernur untuk kabupaten/kota agar memperhatikan wisatawan yang berkunjung ke daerahnya, sekaligus menyiapkan kelancaran menuju DTW.
“Kita juga melakukan pemetaan di situ, kemudian kita melakukan langkah-langkah antisipasinya,” pungkas dia. (*)
Editor: Farah Nazila





