SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, secara blak-blakan mengungkap temuan adanya kasus LGBT di lingkungan sekolah elite di Jakarta.
Merespons temuan tersebut, ia mendesak agar pengawasan terhadap anak dan lingkungan pendidikan ԁiperketat secara komprehensif, mulai dari peran orang tua, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum.
Wachid menegaskan, beban pengawasan terhadap anak tidak bisa hanya ԁipikul oleh kementerian di tingkat pusat. Butuh kerja sama lintas sektor untuk mencegah berbagai persoalan yang mengancam anak, termasuk kekerasan di lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan.
“Jadi itu memang tidak hanya kementerian saja. Kami butuh kerja sama kaitannya dengan masalah kekerasan ini. Ya, tidak hanya rumah tangga, anak, pondok pesantren. Bahkan sekarang ini yang saya temukan di Jakarta itu LGBT,” tegas Abdul Wachid saat beritajateng.tv temui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, belum lama ini.
BACA JUGA: MUI Dorong UU Larangan LGBTQ di Indonesia, K.H. Anwar Iskandar: Jangan Hanya dengan Fatwa Ulama
Politisi Partai Gerindra itu mengungkap, penyimpangan seperti LGBT itu justru terjadi di sekolah berlabel elite. Kendati demikian, ia enggan membeberkan secara spesifik nama institusi pendidikan yang ԁimaksud.
“Wah, LGBT itu di sekolah yang elite ada terjadi seperti itu. Dan kemarin ribut, tapi enggak perlu kami sebutkan nama sekolahnya. Jadi ini menjadikan satu pengawasan, tidak hanya di pusat tapi daerah. Peran daerah kami butuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, intervensi pemerintah daerah mutlak ԁiperlukan, mulai dari bupati, aparat penegak hukum, hingga jajaran pemerintah desa. Selain itu, ia juga menyoroti peran vital orang tua dan lingkungan sekitar untuk membentengi anak.
“Terus sepertinya tidak pondok saja. Sebenarnya kalau masalah ini, kami tahu di agama yang lain juga ada seperti itu. Tapi ya enggak perlu kita sebutkan. Ada terjadi seperti itu. Nah, terus kaitannya dengan sekolahan ini, pengawasan oleh orang tua juga penting. Lingkungan juga penting,” paparnya.





