SEMARANG, beritajateng.tv – Tepat 5 Oktober 2025 sekitar pukul 18. 30 WIB warga Cirebon kini gempar dengan adanya dugaan meteor jatuh dari langit.
Detik-detik jatuhnya meteor tersebut terekam jelas di berbagai ponsel dan tersebar luas di sosial media.
Para masyarakat Cirebon begitu yakin bahwa cahaya yang jatuh dari langit tersebut merupakan meteor karena getaran yang cukup kencang saat menyentuh daratan.
Namun tak hanya itu, mitos jatuhnya meteor ternyata juga ikut menjadi sorotan.
Apa saja mitosnya? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Mitos Jatuhnya Meteor ke Bumi
Fenomena hujan meteor atau bintang jatuh telah lama menjadi bagian dari mitologi serta budaya populer di berbagai belahan dunia.
BACA JUGA: Pria Tanpa Identitas Warga Temukan Meninggal di Depan Paragon Mall Semarang
Banyak orang meyakini bahwa saat melihat bintang jatuh dan mengucapkan permohonan, keinginan mereka akan terkabul.
Namun, keyakinan tersebut sejatinya tidak memiliki landasan ilmiah yang jelas dan lebih berasal dari kisah-kisah legendaris serta kepercayaan yang turun temurun sejak masa lampau.
Menurut catatan sejarah yang melansir dari Library of Congress, asal mula keyakinan bintang jatuh atau meteor jatuh bisa mengabulkan permintaan dapat ditelusuri kembali ke zaman Yunani Kuno.
Seorang astronom bernama Ptolemy, yang hidup pada abad kedua, menjadi salah satu inisiatif awal dalam mempopulerkan pandangan bahwa bintang jatuh memiliki kemampuan untuk mengabulkan permintaan.
Ptolemy menggambarkan bahwa ketika dewa menurunkan pandangannya ke Bumi, tercipta suatu portal yang menghubungkan langit dan bumi.
Melalui portal ini, bintang-bintang di langit bisa terlihat seperti bintang jatuh, dan pada saat itulah seseorang dapat memohon untuk permintaan mereka.
BACA JUGA: 192 Siswa SMP di Salatiga Absen, Dugaan Sementara Yani Keracunan MBG
Namun, pandangan tersebut tidak langsung mendapat penerimaan dari kalangan ilmuwan, dan keraguan terhadap klaim itu tetap bertahan.
Selama berabad-abad, perkembangan ilmu pengetahuan dan pengamatan astronomi telah membantu manusia memahami fenomena hujan meteor secara lebih mendalam.





