Jateng

Agustina Blak-blakan: Semarang Masih Kalah dari Kota Besar Meski PAD Naik Rp600 Miliar

×

Agustina Blak-blakan: Semarang Masih Kalah dari Kota Besar Meski PAD Naik Rp600 Miliar

Sebarkan artikel ini
Agustina Blak-blakan: Semarang Masih Kalah dari Kota Besar Meski PAD Naik Rp600 Miliar
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat mengikuti Rapat Paripurna bersama DPRD Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang kembali mencatatkan prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut.

Meski demikian, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri.

Hal itu Agustina sampaikan seusai mengikuti rapat paripurna pembicaraan tingkat I DPRD Kota Semarang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (6/7).

Rapat Paripurna tersebut menjadi tahapan awal pembahasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD sebelum mendapatkan persetujuan dari DPRD.

“Semoga pembahasan ini berjalan lancar dan mendapatkan persetujuan DPRD. Banyak capaian yang berhasil diraih Pemkot Semarang dan itu merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dengan DPRD,” ujar Agustina.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama satu dekade tidak terlepas dari kerja keras seluruh aparatur sipil negara. Khususnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yang bergerak cepat menyelesaikan laporan keuangan setelah proses audit BPK.

“Saya mengapresiasi seluruh ASN yang bekerja cepat menyusun laporan. Alhamdulillah, Kota Semarang kembali meraih opini WTP untuk 10 tahun berturut-turut. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami,” katanya.

Meski demikian, Agustina menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus terselesaikan. Agar Semarang mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

BACA JUGA: Simpang Lima Semarang Dipermak Total, PKL Ditata hingga Pompa Antigenangan Disiapkan 

Ia mengaku memperoleh banyak pelajaran usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Menurutnya, sejumlah daerah telah memiliki inovasi yang layak menjadi contoh bagi Kota Semarang.

“Walaupun kami mendapat penghargaan sebagai Transformer City, menurut saya Semarang masih kalah daripada beberapa kota besar lainnya. Karena itu kami harus terus belajar dan berbenah,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Semarang berencana melakukan studi ke sejumlah daerah seperti Surabaya, Jakarta, dan Medan.