Pemkot juga telah mengukuhkan Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren periode 2026–2031 sebagai ruang koordinasi dan keberlanjutan program.
Selain istighosah, kegiatan juga diwarnai penyerahan hadiah umrah kepada dua santriwati berprestasi, yakni Nasywa Jamilah, penghafal 30 juz Al-Qur’an, dan Nurlita Nasucha, atlet santri berprestasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri menjadikan sejarah sebagai inspirasi, ilmu sebagai bekal, akhlak sebagai pegangan, dan pengabdian sebagai jalan kehidupan.
Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom mengapresiasi peningkatan jumlah penerima insentif bagi marbot, penjaga rumah ibadah, guru ngaji, dan pendidik keagamaan lainnya.
Terlebih, Pemkot Semarang juga memberikan penghargaan kepada guru Madin dan TPQ melalui program umrah gratis.
Menurutnya, berbagai program tersebut merupakan bentuk perhatian nyata terhadap kesejahteraan dan pengabdian para pejuang pendidikan keagamaan. (*)





