Sementara itu, menurut keterangan salah satu sopir truk yang saat melintas, Sugeng (25th), mengatakan, “Aksi meraka sangat membahayakan karena mereka pasti memberhentikan kendaraan yang melintas, tetapi saat petugas Polisi tiba di lokasi balap liar, Mereka “kocar-kacir” melarikan diri. Harapan kami, tidak henti-hentinya petugas selalu memantau dan merazia mereka. Ulahnya itu sangat membahayakan pengguna jalan raya, ” kata Sugeng.
Aksi balap liar remaja bukan hanya menjadi masalah di daerah Semarang. Ada banyak daerah lain di Indonesia yang masih menghadapi kasus serupa. Hal tersebut tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi stakeholder agar menghentikan aksi ini hingga ke akar-akarnya (*).





