SEMARANG, beritajateng.tv – Andre Rosiade, penasihat Semen Padang sekaligus mertua pesebakbola Pratama Arhan, menyuarakan keprihatinan soal isu degradasi tiga klub Liga 1 musim 2024/2025.
Ia menilai, isu itu bukan sekadar gosip, tapi ada indikasi skenario yang sudah terancang. Tiga tim yang disebut-sebut bakal turun kasta yaitu Semen Padang, PSIS Semarang, dan PSS Sleman.
Menurut Andre, posisi tiga klub Liga 1 itu akan mengalami degradasi dan tergantikan oleh Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, dan Persijap Jepara.
Ia mulai curiga sejak Semen Padang kesulitan meraih hasil positif di putaran kedua Liga 1. Dari 12 laga, hanya empat kemenangan yang berhasil pihaknya dapatkan.
BACA JUGA: Gilbert Agius Sebut PSIS Semarang Idap Penyakit yang Bikin Kalah Melulu, Ini Sumber Masalahnya
Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya tekanan dari luar. “Ada semacam skenario yang tidak masuk akal,” ucap Andre kepada media.
Salah satu bukti, menurutnya, terlihat dari laga melawan PSIS Semarang. Wasit seolah bertindak tidak adil hingga membuat Semen Padang merasa terugikan.
Andre pun mengambil langkah serius dengan melaporkan wasit kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru. Ia menyayangkan jika sepak bola nasional sampai tercemar isu pengaturan hasil.
“Kalau benar seperti ini, masa depan sepak bola kita bisa rusak,” ujarnya.
BACA JUGA: Tekuk Barito Putera, Persis Solo Naik ke Posisi 13 Klasemen Sementara, Jauh Tinggalkan PSIS
Ia juga menyoroti logika dari pengganti tim-tim yang terancam degradasi.
“Misalnya, PSIS akan degradasi karena ada Persijap sebagai wakil dari Jawa Tengah, PSS tergradasi demi PSIM dari Yogyakarta, lalu Semen Padang degradasi agar Bhayangkara yang akan bermarkas di Lampung masuk,” jelas Andre.
Meski begitu, Andre berharap isu ini tidak terus berkembang. Ia mendorong PSSI dan PT LIB menciptakan sistem pertandingan yang objektif dan transparan.
“Semua tim butuh wasit yang jujur, agar hasil bisa semua pihak terima,” tegasnya. (*)





