SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Rabu, 5 November 2025.
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara BUMDes dengan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih agar keduanya mampu berjalan harmonis dan saling mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
Anggota Komisi A DPRD Jateng, Tugiman B. Semita, menyampaikan bahwa Desa Ponggok termasuk salah satu contoh keberhasilan dalam pengelolaan BUMDes di Indonesia.
BACA JUGA: Khawatir Berbenturan BUMDes, Anggota Komisi A DPRD Jateng: Jangan Paksakan Kopdes Merah Putih
“Ponggok bisa disebut desa sukses. BUMDes di sini memiliki omzet mencapai Rp23 miliar per tahun,” ungkapnya saat berdialog dengan perangkat desa dan pengurus lembaga terkait.
Menurut Tugiman, kunjungan ini bertujuan memastikan kolaborasi dua lembaga desa tersebut berjalan optimal. Ia menegaskan, komunikasi dan sinkronisasi menjadi kunci utama agar tidak muncul tumpang tindih program.
“Kami ingin memastikan kedua lembaga desa ini saling menguatkan, bukan malah menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.
Komisi A DPRD Jawa Tengah: BUMDes dan Kopdes Merah Putih mesti fokus bidang kerja berlainan
Dalam kesempatan itu, rombongan Komisi A juga berdiskusi dengan pemerintah desa, pengurus BUMDes, pengurus Kopdes Merah Putih, serta perwakilan Dispermasdes Kabupaten Klaten dan Dispermasdesdukcapil Jateng.
Semua pihak tersebut sepakat memperkuat koordinasi sejak awal agar langkah pengembangan ekonomi desa memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan.
Tugiman menambahkan, BUMDes dan Kopdes Merah Putih perlu fokus pada bidang kerja yang berbeda agar saling melengkapi.
BUMDes harapannya memperkuat sektor kreatif dan pariwisata yang telah menjadi andalan Ponggok. Sedangkan Kopdes Merah Putih terarahkan untuk mengembangkan potensi bisnis digital yang masih terbuka luas.
BACA JUGA: Dukung Program GeMAR, 98 BUMDes/Desa di Blora Bakal Peroleh Pinjaman Dana Pertanian PT. ANTaM
“Dengan pembagian fokus itu, pertumbuhan ekonomi desa akan lebih seimbang dan berdaya saing,” katanya.





