SEMARANG, beritajateng.tv – Pelayanan Trans Semarang mendapat keluhan armada bus dari sejumlah pengguna. Satu antaranya, terkait kondisi armada yang kurang layak hingga mengganggu kenyamanan pengguna selama perjalanan.
Menanggapi terkait pelayanan BRT, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, sedang meminta konsultan transpotasi untuk mengevaluasi. Baik rute atau trase, armada, dan sarana prasarana pendukung lainnya demi pelayanan yang prima.
“Saya melihat kadang-kadang setiap perjalanan kosong, ngepul (berasap), jelek. Saya minta, ada evaluasi dari ahli konsultan,” jelas Mbak Ita, sapaannya, Selasa 2 Juli 2024.
BACA JUGA: Asap Pekat Bak Cumi-cumi Darat, 28 Armada Trans Semarang Melebihi Ambang Batas Emisi
Terkait kondisi armada, Ita juga meminta untuk adanya evaluasi. Mbak Ita menyebut, armada Trans Semarang ada yang milik pemkot dan operator.
Dia telah meminta Plt Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala BLU Trans Semarang untuk melakukan audit terkait kondisi armada. Termasuk meminta evaluasi bisa selesai pada bulan ini.
“Tidak usah laporan, saya juga tahu. Saya sudah tegur Plt Kadishub dan Kepala BLU. Moga-moga evaluasi itu bsa diselesaikan. Janjimua Plt Kadishub minggu-minggu ini selesai,” tegasnya.
Ita memaparkan, rencana evaluasi sudah dibahas sejak APBD Perubahan 2024 terksit kondisi armada, trase, dan lainnya. Jika armada tidak sesuai ketentuan atau kondisi sudah jelek, dia meminta segera mengganti. Bahkan, jika operator nakal, kerjasama bisa evaluasi.
“Ini kan pelayanan publik, harus baik. Termasum alat tapping. Kartu ditap tidak bisa, dipakai di tempat lain bisa. Ini harus rutin dilakukam perbaikan dan perawatan. Tidak hanya mobil saja, termasuk kebersihan halte. Di cat yang bagus, jangan gelap, jangan pesing. Kadang-kadang, orang kencing di belakang halte. Bersihkan!” tandasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





