SEMARANG, beritajateng.tv – Dugaan penipuan pemesanan makanan oleh orang tidak bertanggungjawab terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.
Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Subroto, mengatakan, modus pesanan makanan mengatasnamakan sejumlah nama pegawai di instansi Pemkab Semarang.
Dia bilang, tindakan yang merugikan tersebut sudah beberapa kali terjadi di lingkungan Dinas Koperasi Usaha Mikro Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang.
“Yang terbaru, Senin 14 September 2026 kemarin. Mencatut nama Kepala Bidang Pasar Diskumperindag Kabupaten Semarang, Joko Prayitno,” kata Heru Subroto, melalui sambungan telepon di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa, 15 September 2026.
Heru mengatakan, salah satu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi korban sudah mengirim 75 dus paket makanan ke kantornya.
BACA JUGA: Ketiban Berkah MTQ Semarang, Ahmad Luthfi: Transaksi UMKM Capai Rp500 Juta Sehari
Padahal, kata dia, tidak ada satu pun pegawai di Diskumperindag yang memesan paket makanan tersebut.
“Merasa tidak pernah memesan dan setelah dicek ke seluruh staf ternyata juga tidak ada yang memesan. Akhirnya paket makanan tersebut tidak diterima dan dikembalikan untuk dibawa kembali,” katanya.
Heru juga mengatakan, pelaku penipuan melakukan pemesanan kepada salah satu UMKM yang beralamat di wilayah Kota Semarang. Pesanan itu dikirim ke kantor Diskumperindag di Ungaran. Kabupaten Semarang.
“Staf kantor yang menemui pelaku UMKM tersebut awalnya juga kebingungan, karena tidak ada acara dan tidak ada pemesanan 75 dus paket makanan tersebut. Namun setelah dicek ada beberapa kejanggalan dalam surat order yang ditujukan,” katanya.
BACA JUGA: MTQ Nasional di Semarang Jawa Tengah, Turut Gaungkan Produk UMKM
Misalnya kop surat pemesanannya memang Diskumperindag Kabupaten Semarang, namun stempelnya atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Kemudian pemesanan juga dilakukan melalui pesan Whatsapp (WA).
Setelah dijelaskan, kata dia, pelaku UMKM yang bersangkutan juga mengaku kurang teliti saat memeriksa surat order pemesanan paket makanan tersebut.
“Sehingga baru menyadari telah tertipu oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” ucapnya.





