Viral

Bak Gombel Rasa Dieng! Semarang Diselimuti Kabut Tebal, Kok Bisa?

×

Bak Gombel Rasa Dieng! Semarang Diselimuti Kabut Tebal, Kok Bisa?

Sebarkan artikel ini
kabut di gombel semarang
Kabut menyelimuti Kawasan Bukit Gombel, Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kamis, 30 Januari 2025 kemarin. (Tangkapan layar Instagram @aslisemarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Viral di media sosial kabut tebal menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Semarang pada Kamis, 30 Januari 2025 kemarin.

Dari berbagai foto dan video yang beredar di media sosial, kabut itu tampak di Kawasan Bukit Gombel, Ngesrep, Kecamatan Banyumanik.

Bila dari arah Jalan Dr Wahidin, kabut mulai terlihat di sekitar Fly Over Jatingaleh. Saat memasuki jalanan menanjak, pengendara langsung disambut oleh suhu di Kawasan Bukit Gombel yang terasa menjadi lebih rendah dari biasanya.

Tak sedikit pengendara yang mengabadikan momen kabut di Jalan Raya Semarang-Solo itu. Mereka bahkan rel berhenti dan menepi di pinggir jalan untuk mengambil foto dan video.

BACA JUGA: Saprotan Utama Wajib Turun Lapangan Cek Kesehatan Warga Terdampak Kabut Asap

Salah satunya adalah Yuniar Kustanto. Pekerja swasta itu bekerja di sekitar Kawasan Bukit Gombel. Kemarin, ia merasa cukup takjub dengan kabut yang ada di sekitar tempat kerjanya.

“Kalau lagi hujan, di Bukit Gombel ini sering muncul kabut. Apalagi kalau hujan turunnya seharian,” kata Yuniar kepada beritajateng.tv, Jumat, 31 Januari 2025.

Menurut Yuniar, kabut kali ini terasa lebih tebal daripada biasanya. Ia menduga, hal itu karena cuaca ekstrem dan hujan deras yang melanda selama dua hari terakhir.

Kabut lumrah terjadi

Hal serupa juga terungkap oleh Wisnu, salah satu warga Ngesrep. Wisnu sebenarnya tak terlalu kaget dengan fenomena ini karena kabut memang sering datang di sekitar Kawasan Bukit Gombel saat sore dan malam.

Hanya saja, kabut kemarin terasa lebih tebal dan hawa lebih dingin.

“Pagi-pagi pas buka pintu masih ada kabut sampai agak siang baru hilang. Pokoknya kalau setelah hujan itu pasti turun kabut. Apalagi kalau hujannya lama itu makin dingin hawanya,” katanya.

Sementara itu, Prakirawan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Noor Jannah Indriyani mengatakan, fenomena kabut yang terjadi di Semarang kemarin adalah hal yang lumrah terjadi.

BACA JUGA: Cuaca Akhir Tahun 2024 Terpantau Ekstrem! Berikut Destinasi Wisata yang Perlu Kamu Hindari!

Ia menuturkan, kabut secara umum terjadi karena adanya interaksi antara massa udara basah atau lembab yang sifatnya hangat dengan massa udara yang sifatnya lebih dingin atau kondensasi.

Ketika uap air yang terkandung cukup banyak di dalam udara lembab bertemu dengan udara yang lebih dingin di permukaan maka akan mengalami kondensasi sehingga menyebabkan terjadinya kabut.

“Dua hari terakhir, kemarin yang panas hampir tidak ada memang level kondensasi rendah, jadi awan yang terbentuk lebih mendekati permukaan,” tambah Noor Jannah. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp