SEMARANG, beriajateng.tv – Baru-baru ini muncul kabar terkait rencana pembokiran gim daring Free Fire oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi pun mempertimbangkan untuk segera mengkoordinasikan rencana tersebut.
Niat tersebut ia sampaian saat berbincang dalam siniar YouTube Total Politik pada Kamis, 25 April 2024.
“Soal game online dampaknya ini juga banyak. Sudah mulai banyak keresahan di masyarakat. Kalau soal Free Fire ini memang ada yang mengandung uncur kekerasan, ada yang kecanduan sampai beli kebanyakan. Nanti coba saya koordinasikan semuanya,” ujar Budi Arie.
BACA JUGA: Tak Main-main, Begini Kisah Gamer Free Fire Amjad Najih yang Tak Lupa Agama, Sampai Hafal Al-Quran!
Sebelumnya, ia juga sempat menyampaikan bahwa Kemenkominfo mempertimbangkan rekomendasi pemblokiran gim daring Free Fire yang khawatirnya berdampak negatif terhadap anak.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah merekomendasikan pemblokiran gim yang mereka nilai dapat menimbulkan dampak buruk terhadap anak-anak, misalnya seperti Free Fire.
Seusai menghadiri pembukaan The 10th Asia Pacific Spectrum Management Conference 2024, Budi Arie menyampaikan pentingnya penerapan aturan batas usia dalam mengakses gim daring.
“Pokoknya gini loh ya, sama seperti konten-konten, harus ada rating-nya. Film juga kan ada rating-nya, semua umur, 13 atau 17 tahun, dan gim juga begitu. Gim kan harus ada ratingnya juga,” tuturnya.
“Kita pernah dari kecil ya, benar tidak? Kita main gim perang-perangan, tinju-tinjuan, ya kan. Tapi, kalau umurnya kurang bisa membuat secara psikologi terganggu,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya penerapan aturan batasan usia dalam mengakses gim dan konten daring serta peran orang tua dalam memantau anak-anak mengakses gim dan konten daring.
“Orang tua juga jangan membiarkan nonton konten yang tidak semestinya,” tandasnya. (*)





