Jateng

Banjir Belum Surut, BMKG Modifikasi Cuaca Jateng 25-29 Oktober: Awan Hujan Dialihkan ke Daerah Lain

×

Banjir Belum Surut, BMKG Modifikasi Cuaca Jateng 25-29 Oktober: Awan Hujan Dialihkan ke Daerah Lain

Sebarkan artikel ini
modifikasi cuaca Jawa Tengah | Hujan Jawa Tengah
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, saat dijumpai di kantornya, Rabu, 12 Maret 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

BACA JUGA: Minta BMKG Modifikasi Cuaca, Ahmad Luthfi: Kami Stand By 24 Jam Tangani Banjir Genuk-Kaligawe

“Setiap hari memang dilakukan, berapa kali penerbangan itu melihat potensi cuaca atau potensi ancaman yang ada di wilayah Jawa Tengah, disesuaikan lagi. Kalau kemarin mungkin empat atau lebih,” ujarnya.

BMKG sendiri berperan dalam mendeteksi awan hujan serta menentukan wilayah dan waktu yang tepat untuk dilakukan penyemaian garam. Jumlah material yang digunakan bersifat teknis dan disesuaikan dengan hasil pemantauan cuaca harian.

“Untuk jumlahnya ataupun trek yang mana saja itu kami ada datanya, tapi kami memang harus melihat lagi untuk data itu,” imbuhnya.

Waspadai cuaca ekstrem, hujan dengan petir dan angin kencang masih akan terjadi di Jateng

Lebih jauh, meski operasi modifikasi cuaca tengah berlangsung, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem selama sepekan ke depan.

Sebab, tutur Winda, sebagian besar wilayah Jawa Tengah telah memasuki musim hujan, sementara beberapa daerah masih berada pada masa peralihan yang rentan memunculkan anomali cuaca.

“Mohon tetap waspadai potensi cuaca ekstrem karena sebagian besar wilayah sudah masuk musim hujan. Untuk wilayah-wilayah yang rawan bencana longsor ataupun banjir perlu waspadai juga apalagi terjadi hujan dengan intensitas lebat dan durasinya lama,” terang Winda.

Ia menambahkan, hujan dengan durasi singkat namun berangin kencang, kilat, dan petir juga berpotensi terjadi di sejumlah daerah. Kondisi ini kerap muncul di masa transisi menuju musim hujan.

“Untuk daerah yang belum memasuki musim hujan berarti masih di masa peralihan atau masa transisi. Perlu waspadai potensi hujan singkat dengan angin kencang dan kilat ataupun petir. Potensi puting beliung juga masih perlu kita waspadai,” ujarnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan deras dengan angin kencang. Warga diminta tidak memaksakan diri melintas di kawasan yang sudah tergenang air.