Beberapa desa mengalami kenaikan air hingga setinggi selutut orang dewasa. Wilayah Jakenan serta Juwana kembali terdampak. Martinus menyebut Mintobasuki dan Ngastorejo ikut mengalami kenaikan air.
Penanganan Banjir Kabupaten Pati Terus Berjalan
Faktor geografis wilayah hulu menjadi perhatian utama petugas. Pegunungan Kendeng serta Muria berperan besar terhadap kondisi banjir. Air kiriman mengalir menuju wilayah hilir. Desa sepanjang aliran Silugonggo merasakan dampak paling signifikan.
BPBD Pati kini memprioritaskan bantuan kebutuhan dasar. Tim lapangan menyalurkan makanan cepat saji kepada warga terdampak.
BACA JUGA: Warga dan Pemkot Kerja Bhakti Bersihkan Kali Banger, Upaya Tekan Risiko Banjir di Semarang
Ia juga mengingatkan masyarakat tetap waspada menghadapi potensi hujan lanjutan. Koordinasi lintas instansi terus berlangsung. Pemerintah daerah berupaya mempercepat pemulihan. Warga berharap kondisi segera membaik.
Banjir Kabupaten Pati menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana. Sinergi pemerintah serta masyarakat sangat diperlukan. Upaya mitigasi jangka panjang pun perlu penguatan. Harapannya, risiko banjir dapat ditekan masa mendatang. (*)





