SEMARANG, beritajateng.tv — Setelah terputus total akibat banjir dari lereng Gunung Merbabu pada 2024, Jembatan Macanan di Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, kini telah dibangun kembali.
Jembatan penghubung Dusun Macanan dan Dusun Ngroto tersebut teresmikan oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, bersama Wakil Bupati, Nur Arifah, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang, Rabu, 28 Januari 2026.
Peresmian Jembatan Macanan yang menelan anggaran Rp2,446 miliar itu menjadi bagian dari proyek infrastruktur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang tahun anggaran 2025.
Kegiatan tersebut sekaligus menandai peresmian total 642 paket proyek infrastruktur Pemkab Semarang yang terpusat di Dusun Ngroto, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan.
Bupati Semarang menjelaskan, total nilai anggaran pembangunan proyek infrastruktur Pemkab Semarang tahun 2025 mencapai lebih dari Rp228 miliar.
“Sumber anggaran berasal dari APBN serta APBD. Baik APBD Provinsi Jawa Tengah maupun APBD Kabupaten Semarang,” jelasnya saat beritajateng.tv konfirmasi di Desa Tajuk.
Cerita Jembatan Macanan Sempat Putus Total
Ngesti mengingatkan, dua tahun lalu Jembatan Macanan terputus total akibat banjir besar yang terjadi setelah kebakaran di lereng Gunung Merbabu pada 2024.
Banjir tersebut tidak hanya membawa material tanah, tetapi juga bebatuan besar, sehingga menyebabkan kerusakan parah pada jembatan.
Selain merusak jembatan, bencana tersebut juga mengakibatkan talud di Dusun Gedong, Desa Tajuk, mengalami longsor. Talud itu kini telah beroleh perbaikan dengan anggaran sekitar Rp645 juta.
“Saya minta setelah diperbaiki dan dimanfaatkan kembali, fasilitas ini bisa dirawat dan dijaga dengan baik,” ujarnya.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Rampungkan Jembatan Persen, Jalur Strategis Unnes-Undip Kini Lebih Aman
Selain proyek infrastruktur jalan dan jembatan, Pemkab Semarang juga meresmikan sejumlah proyek yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik. Proyek tersebut meliputi bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, serta layanan pemerintahan.
Beberapa di antaranya adalah pembangunan jalan usaha tani, irigasi tersier untuk mendukung ketahanan pangan, puskesmas, kantor kelurahan, serta sekolah.
Pemkab Semarang, lanjut bupati, terus berupaya maksimal memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Meski pelaksanaannya secara bertahap dan ada penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah,” tegasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





