Dokter yang telah menyatakan kemauannya adalah: dr. Tonang Dwi Ardyanto, SPPK, PhD (Direktur Universitas Negeri Begelas Maret, Surakarta), Dr. Khoirul Hadi, SPKK (dokter spesialis di Solo dan Covid-19) yang selamat), Dr. Adib Khumaidi, tempat. (Ketua Idi & Ketua PB yang dipilih dari Asosiasi Dokter Darurat Indonesia), Dr. Mahesa Paranadipa Maicel, MH (Ketua Tim Mitigasi Idi Idligasi Harian & Ketua Komunitas Hukum Kesehatan Indonesia), Dr. Ulul Albab, SPOG. (Sekretaris Jenderal Pogi Jaya).
Psikolog yang mengklaim mendukung tim ini adalah Susiatyo Yuwono, S.Psi., M.Sc. (Ketua Himpsi Solo), tim psikolog Sadari.id, Elok Farida Husnawati, S.Psi. (HRD PT SARANA pengembangan Jawa Tengah (SPJT). Sedangkan dari grup swasta yang bersedia memberikan dukungan adalah Pyridam Farma, dan jaringan Grup Siloam Hospitals.
“Saat ini tim Crisis Center terus mengeksplorasi kerja sama dengan pihak lain,” kata Upi Asmaradhana, koordinator utama Cyni Crisis Centre-19.
Pusat Krisis AMSI ini Covid-19 akan mencoba membantu pekerja media telah terpapar untuk memberikan pendidikan yang menangani pertama dan berusaha memberikan bantuan yang dibutuhkan, sesuai dengan ketersediaan bantuan dan jaringan di pusat dan wilayah.
“Tujuannya adalah untuk membantu memulihkan dan menekan fatalitas. Saat ini data yang kami terima, di Jawa Timur, setidaknya 38 pekerja media telah mati selama periode pandemi. Banyak lagi masih dalam perawatan baru terpapar,” kata Upi Asmaradhana, ditambahkan .
Pusat Krisis AMSI Covid-19 akan diluncurkan pada Selasa (27/7) minggu depan. Tidak hanya memberikan bantuan untuk diekspos, Pusat Krisis AMSI Covid-19 juga akan merekam korban covid-19 yang layak untuk memberikan donor darah yang konval.
Untuk alasan ini, AMSI memanggil banyak pihak dari para ahli dan perusahaan swasta, di berbagai daerah, yang memiliki kepedulian, berkolaborasi dalam mendukung penanganan dan pemulihan pekerja media, sehingga media masih dapat bekerja dengan kebutuhan publik. Karena setelah semua keberadaan media yang dapat memberikan berita yang akurat, tergantung pada pekerja.





