Gaya Hidup

Baru! Peluncuran Aplikasi Sigarda Bermuatan Cagar Budaya di Blora

×

Baru! Peluncuran Aplikasi Sigarda Bermuatan Cagar Budaya di Blora

Sebarkan artikel ini
Sigarda
Sigarda, aplikasi untuk menjaga cagar budaya Blora. (Foto: Heri/beritajateng.tv).

BLORA, beritajateng.tv – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora melalui Bidang Kebudayaan meluncur ‘Sigarda’.

Sigarda atau aplikasi cagar budaya ini bisa memberikan informasi valid tentang jenis dan informasi mengenai temuan benda cagar budaya yang tersimpan rintisan museum rumah artefak.

Sigarda ini bisa diakses oleh siapa saja yang membutuhkan informasi cagar budaya di Blora. Selain itu, untuk memudahkan masyarakat, pelajar, mahasiswa mencari tentang cagar budaya di Blora.

Kepala Dinporabudpar Blora, Iwan Setiarso, melihat banyak hal cerita mitos dan Blora termasuk wilayah yang kaya akan cagar budaya.

BACA JUGA: Dana untuk Perbaikan Sekolah di Blora Tak Kunjung Cair, Kemanakah Aliran Dananya?

Ada masjid Agung di Alun-Alun Blora yang bagian belakang di bangun meskipun tidak transisi. Klenteng yang sampai saat ini masih ada permasalahan hak tanah antara Budhi Dharma dan pihak Klenteng Hok Tiek Bio.

“Di situ ada lengki yang sudah kita tetapkan sebagai cagar budaya. Kita kesulitan untuk eksekusi karena ada sengketa dua yayasan. Ini yang akan timbul permasalahan mendatang,” ungkap Iwan, Selasa, 4 Februari 2025.

Padahal, pemerintah sangat peduli dengan benda cagar budaya. Hal tersebut untuk mengedukasi anak sekolah yang menjadi penerus bangsa.

“Harapan kami dengan peluncuran Sigarda, masyarakat bisa mengakses informasi cagar budaya dengan mudah,” imbuhnya.

BACA JUGA: Jumlah Wisatawan Tahun 2024 di Blora Tembus 1 Juta, Ini Wisata Primadonanya

Sigarda, Aplikasi Pemetaan Cagar Budaya

Ia mengajak seluruh komponen di 16 Kecamatan ikut memetakan benda cagar budaya yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Jika memang ada temuan, segera laporkan ke kami. Nanti tim kami yang akan turun untuk meneliti, apakah benda itu termasuk benda cagar budaya atau tidak,” jelas Iwan.

Widyarini Setyaningrum, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan sekaligus pengelola rumah artefak memaparkan, banyaknya masyarakat yang ingin tahu tentang informasi cagar budaya di Blora menjadi dasar peluncuran Sigarda.

“Kami sudah masukan tetang apa itu cagar budaya, benda cagar budaya, kawasan cagar budaya dan berbagai informasi temuan benda yang sudah kita ekskavasi di rumah artefak,” ujarnya. (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp