SEMARANG, beritajateng.tv – Siapa nih yang sudah nonton film berjudul Kupu-Kupu Kertas yang menghadirkan sederet aktor luar biasa. Salah satunya seperti Amanda Manopo, Ayu Laksmi, Chicco Kurniawan, Reza Oktovian dan masih banyak lagi.
Film ini bakal hadir kembali di bioskop setelah sebelumnya sempat tayang pada bulan Februari kemarin loh. Kisahnya yang luar biasa dengan mengangkat sebuah peristiwa tragis pada tahun 1965 di Banyuwangi.
Bagi kamu yang berminat menyaksikan film tersebut, yuk simak terlebih dahulu bagaimana review dari film yang satu ini.
Review Film Kupu-Kupu Kertas
Film “Kupu-Kupu Kertas” menggambarkan kehidupan desa di Banyuwangi pada tahun 1965 dengan sangat baik. Tim produksi berhasil merekonstruksi suasana tahun dan tempat tersebut, mulai dari rumah-rumah hingga kehidupan sehari-hari para karakternya.
BACA JUGA: Film Horor Sakaratul Maut: Sinopsis, Trailer hingga Daftar Pemain
Penampilan Reza Arap dalam film ini juga mencuri perhatian. Meskipun awalnya sempat meragukan, akting Reza justru berhasil membuat penonton merasa kesal terhadap karakternya.
Gerak-geriknya juga tidak terlihat kaku seperti aktor pemula. Chicco Kurniawan, yang memerankan Ihsan, juga menunjukkan kemampuan akting yang baik dalam menghadapi berbagai tekanan.
Selain itu, Ayu Laksmi dan Iwa K juga patut mendapat pujian atas penampilan mereka sebagai orangtua Ning yang sangat karismatik. Namun, menonton film “Kupu-Kupu Kertas” terasa seperti terburu-buru.
Naskahnya tampak padat sehingga film tersebut berdurasi sekitar 1,5 jam tanpa penjelasan rinci mengenai latar belakang karakter-karakternya.
Penonton harus menebak sendiri alasan di balik tindakan setiap karakter. Kisah Ning dan Ihsan yang seharusnya menjadi fokus utama film ini malah terlihat seperti cerita sampingan.
BACA JUGA: Kapan Film Kang Mak From Pee Mak Tayang di Bioskop? Berikut Jadwalnya
Alur romantis dalam sinopsis malah bergeser menjadi perseteruan antara Ansor dan PKI. Bagi generasi muda yang kurang memahami peristiwa tragis di Banyuwangi, mungkin akan sedikit bingung dan perlu mencari latar belakang sejarah untuk mengikuti alur cerita.
Meski mengisahkan romansa antara Ihsan dan Ning, film ini juga menampilkan perseteruan antara PKI dan Ansor yang sarat dengan pesan-pesan mendalam. Kekejaman yang terjadi pada masa kelam tersebut digambarkan dengan jelas, sesuai dengan rating film yang memang ditujukan untuk penonton berusia 17 tahun ke atas.
Film ini menunjukkan dampak buruk dari konflik yang menggunakan kekerasan. Perasaan kecewa akibat pengkhianatan dan kehilangan orang tersayang digambarkan dengan sangat emosional, membuat penonton terenyuh hingga menangis.
Film ini cocok untuk kamu yang menyukai melodrama dengan bumbu adegan gore. Demikianlah review film Kupu-Kupu Kertas yang bakal tayang kembali di bioskop 2024 tepatnya pada September mendatang. (*)





