“Mereka jadi sadar, menghitung luas itu bisa untuk menghitung kebutuhan cat. Jadi bukan sekadar angka di buku,” kata Windy.
Setiap kelompok yang berhasil menyelesaikan tantangan akan mendapatkan “kunci emas”. Jika berhasil mengumpulkan seluruh kunci, mereka berhak memperoleh hadiah sederhana yang semakin memicu semangat belajar.
Metode ini juga mengusung konsep deep learning yang menekankan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan langsung manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Meski membutuhkan persiapan lebih, mulai dari survei lokasi hingga penyusunan materi, Windy menilai hasilnya sepadan. Pemahaman siswa meningkat dan mereka menjadi lebih antusias dalam belajar.
“Mereka lebih senang bergerak dan praktik langsung. Mereka merasa mampu, dan itu membuat belajar jadi menyenangkan,” paparnya.
Ke depan, Windy berharap semakin banyak guru yang berani memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Baginya, pendekatan ini menjadi cara efektif untuk mendekatkan matematika dengan kehidupan siswa.
“Matematika tidak harus jauh dari anak-anak. Justru ada di sekitar mereka,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





