Ekbis

Berawal dari Hobi, Bisnis Aquascape Mampu Raup Untung Jutaan Rupiah

×

Berawal dari Hobi, Bisnis Aquascape Mampu Raup Untung Jutaan Rupiah

Sebarkan artikel ini
usaha aquascape
Usaha aquascape siap menghasilkan cuan, Kamis (4/5/2023). (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv).

SEMARANG, beritajatateng.tv – Antonius Suparyadi Okpiantoro, seorang penggemar aquascape berhasil mengubah hobi menjadi sebuah usaha yang sukses. Anton adalah pemilik dari Aquatico Semarang.

Kisahnya berawal pada 2010 silam. Anton yang saat itu masih bekerja mempunyai hobi merawat tanaman di dalam air. Hobi itu pun dilakukan di sela-sela waktu luangnya.

Pada waktu itu, bisnis aquascape memang belum familiar di Kota Semarang. Menurut cerita Anton, baru ada beberapa orang yang menekuni bisnis aquascape.

“Awalnya coba-coba aja karena kan hobi, tapi akhirnya kok bisa tumbuh. Ditambah bosen kerja ikut orang, pengen usaha sendiri, akhirnya nyoba jualan sendiri,” ceritanya kepada beritajateng.tv, Rabu (3/5/2023).

Berawal dari hobi tersebut, Anton akhirnya memberanikan diri banting setir dari pekerjaan lamanya sebagai produsen handphone. Anton mengaku jalannya sebagai pengusaha bisnis aquascape bermodalkan O Rupiah.

“Modal 0 Rupiah karena kan memang hobi, jadi sudah punya akuarium dan tanaman. Waktu itu minta titip jual sama temen yang udah jualan aquascape duluan,” katanya.

BACA JUGA: Pernah ‘Tenggelam’ Karena Ikan Channa, Tren Aquascape Siap Naik Lagi!

Bisnis Aquascape

Seiring berjalannya waktu, Aquatico semakin mempunyai nama di Kota Semarang. Banyak pecinta aquascape yang memburu perlengkapan aquascape di kios milik Anton ini. Anton bahkan harus menyewa sebuah kos-kosan yang kemudian ia jadikan kios. Namun, Anton mengaku bahwa bisnis utamanya bukan dari penjualan perlengkapan aquascape.

“Jualannya ini ibaratnya semacam formalitas saja, saya lebih ke jasa settingnya. Tapi kan kebanyakan orang kalau mau setting harus lihat fisik jualannya dulu, baru percaya,” jelasnya.

Anton juga menuturkan bahwa salah satu alasan tingginya permintaan bisnis aquascape, adalah orang-orang perkotaan, salah satunya Kota Semarang, cenderung jarang melihat tanaman atau pemandangan hijau-hijau pepohonan. Menurutnya, bisnis aquascape adalah salah satu bentuk refreshing bagi orang kota.

“Orang di Semarang jarang ada tanaman, hijau-hijau, pulang kerja liatnya cuma tv dan handphone. Lama-lama stress pengen lihat yang seger-seger kaya di alam, akhirnya bikin aquascape,” ujarnya.

Harga yang dipatok untuk dapat memakai jasa Anton pun bervariasi tergantung ukuran akuarium. Termahal, Anton pernah mendapat bayaran Rp 60 juta untuk menyusun aquascape dalam akuarium berukuran 4 meter x 1 meter x 1 meter.

“Pas awal-awal buka tarifnya Rp 600 ribu untuk akuarium ukuran 30cm. Tapi sekarang setelah agak ramai naik jadi Rp 900 ribu. Paling mahal pernah Rp 60 juta di Dusun Semilir, itu udah semuanya kecuali akuarium dan chambernya,” katanya.

Saat Pandemi Covid-19 kemarin, Anton mengalami kenaikan omset yang sangat signifikan. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan paling sedikit Rp 1,5 juta.

Kini penggemar aquatico memang tidak sebanyak saat pandemi kemarin. Meskipun begitu, Aquatico telah berhasil menggaet pelanggan setia.

Omset yang didapat pun stabil di angka Rp 5 juta perbulan. Hitungan tersebut hanya untuk omset penjualan perlengkapan aquascape, belum termasuk jasa setting yang Anton tawarkan.

“Terakhir kemarin Rp 1,5 juta jasa setting akuarium ukuran 60cm. Itu harga jasa saja karena akuarium dan lampu dari sana,” tutupnya (*).

Editor: Andi Naga Wulan. 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp