“Mualaf itu langsung sorenya. Dan pada saat itu aku bilangnya biar adil aja. Separuh kehidupanku di Katholik, separuh kehidupanku di Islam,” pungkas dokter Tirta kepada Praz Teguh. (*)
“Mualaf itu langsung sorenya. Dan pada saat itu aku bilangnya biar adil aja. Separuh kehidupanku di Katholik, separuh kehidupanku di Islam,” pungkas dokter Tirta kepada Praz Teguh. (*)