SEMARANG, beritajateng.tv – Tubuhnya besar, bulunya tebal, dan bobotnya mencapai lebih dari 70 kilogram. Namun di balik penampilan gagah Star Denver, Alaskan Malamute Giant asal Kota Semarang itu, ada aktivitas yang tak biasa bagi seekor anjing peliharaan.
Pemiliknya, Lily Harts, kerap mengajak anjing bernama Star Denver, menghadiri pameran maupun acara di pusat perbelanjaan. Di sana, Denver bertemu pengunjung untuk berfoto bersama.
Bukan sekadar hiburan, aktivitas tersebut menjadi cara Lily menggalang dana untuk membantu satwa terlantar yang mendapat perawatan di shelter.
Setiap pendapatan dari sesi foto bersama Denver menjadi sumbangan untuk kebutuhan operasional shelter. Mulai dari pembelian pakan, vaksinasi hingga sterilisasi.
“Jadi kita tolong di shelter, untuk merawat anjing yang yang tersakiti, mau dibunuh orang, hingga terlantar. Uangnya untuk beli pakan, vaksin, atau steril tergantung kebutuhan,” kata Lily kepada beritajateng.tv, belum lama ini.
Tarif Rp25 Ribu Per Foto
Lily bersama rekan-rekan pecinta hewan terlibat dalam kegiatan Yayasan Sahabat Setia Satwa yang menampung hewan-hewan terlantar dan membutuhkan perawatan.
Menurut Lily, Denver sudah beberapa kali mengikuti kegiatan semacam itu. Untuk sesi foto, pengunjung biasanya membayar tarif sekitar Rp25 ribu dengan durasi interaksi kurang lebih dua menit dan kuota terbatas.
BACA JUGA: Nala Indonesian Tea, Teh Artisan Asal Batang yang Tembus Pasar Australia hingga Eropa
Denver pun seolah memiliki pekerjaan sendiri ketika berada di lokasi acara. Dia cukup duduk, berdiri, atau mengikuti arahan Lily saat pengunjung bergantian mengabadikan momen bersamanya.
Dari Peliharaan Rumahan hingga Jadi Selebdog
Kisah Denver bermula ketika Lily membawanya pulang saat masih berusia sekitar satu setengah bulan.
Saat itu berat tubuh Denver hanya sekitar 8 kilogram. Kini, di usia dua tahun, bobotnya telah berkembang menjadi sekitar 70 kilogram lebih.
Alaskan Malamute tipe giant tersebut menjadi salah satu dari lima anjing yang kini Lily pelihara di rumah.
BACA JUGA: Mall Pet Friendly Timbulkan Pro dan Kontra, Komunitas Anjing Semarang: Kami Ingin Diterima Masyarakat
Kecintaan Lily terhadap anjing sebenarnya sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Dia sempat berhenti memelihara anjing selama beberapa tahun sebelum kembali memelihara anabul pada 2021.
“Saya suka anjing besar. Kalau anjing kecil menurut saya cerewet, kalau besar kan tidak, lebih tenang,” katanya.
Denver kemudian menjadi salah satu anjing yang paling sering dibawa Lily mengikuti aktivitas di luar rumah. Karakternya yang tenang dan mudah diarahkan membuat Denver cukup nyaman berada di tengah keramaian.
Tantangan Anjing Alaskan Malamute
Meski demikian, menjadi anjing berukuran raksasa di Kota Semarang bukan tanpa tantangan. Suhu pendingin ruangan 16 derajat selalu menyala untuk mendinginkan suhu ruang yang anjing tersebut tinggali.
Ya, sebagai anjing yang memiliki karakteristik ras dari wilayah dingin, Denver membutuhkan penanganan khusus ketika tinggal di daerah tropis.
BACA JUGA: Bukan Makan Bergizi Gratis, Seratus Anjing Lebih Ramaikan MBG ‘Mlaku Bareng Guguk’ di Semarang
Lily memastikan Denver berada di ruangan berpendingin udara ketika di rumah. Suhu AC bahkan harus sekitar 16 derajat Celsius dan lengkap dengan kipas berkecepatan tinggi.
“Anjing ini kan anjing es, jadi AC wajib. Di rumah AC nyala terus ditambah kipas high speed. Suhunya diset 16 derajat,” ucap Lily.
Latihan Fisik
Perhatian terhadap suhu tubuh Denver bukan tanpa alasan. Paparan panas berlebihan dapat meningkatkan risiko heatstroke pada anjing.
Karena itu, meski membutuhkan aktivitas fisik, Denver tidak sembarangan diajak keluar rumah saat cuaca terik.
Lily biasanya mengajak Denver berjalan dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore menjelang malam.
Selain aktivitas fisik, kebutuhan makanan Denver juga mendapat perhatian khusus. Dalam sehari, dia mengonsumsi sekitar 1,2 hingga 1,5 kilogram makanan berbahan daging yang dipesan khusus dari Bandung.\
BACA JUGA: Kenalan Lewat Akun ‘Cowok Ganteng’, Pertemuan Dua Anak di Semarang Berujung Kekerasan
Menu tersebut diolah dengan campuran ikan, daging sapi, ayam serta labu sebagai sumber serat. Lily juga memberikan suplemen untuk mendukung kebutuhan Denver.
Perawatan fisiknya harus secara berkala. Denver mandi sekitar dua minggu sekali menggunakan sampo khusus. Sementara perawatan grooming juga perlakuannya dengan bantuan tenaga profesional yang datang ke rumah.
Debut Lomba Langsung Bawa Pulang Juara
Popularitas Denver semakin menjadikannya terkenal setelah mengikuti ajang Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Lily sebenarnya tidak memiliki rencana khusus untuk mengikutsertakan Denver dalam perlombaan. Ia baru memutuskan ikut setelah mendapat saran ketika berada di acara tersebut.
Denver kemudian tampil dalam lomba kostum dengan konsep sporty. Lily menyiapkan kostum bernuansa olahraga yang dia pesan khusus dari Medan.
Pengalaman pertama Denver naik panggung itu justru berakhir dengan kemenangan. Ia meraih Juara I lomba kostum.
“Saya awalnya enggak ada niat untuk ikut lomba. Terus ada yang menyarankan ikut, pas hari H-nya juara satu,” ujar Lily.
BACA JUGA: Dua Anjing di Mijen Semarang Mati Diduga Dianiaya-Diracun, Pemilik Curiga Maling Satroni Rumah
Di atas panggung, Denver dia sebut tetap tenang dan tidak menunjukkan kepanikan meski berada di lingkungan yang ramai.
Sikap tenang tersebut pula yang membuat Lily kerap membawa Denver bertemu masyarakat dalam berbagai kegiatan.
Bagi Lily, keberadaan Denver kini bukan hanya soal prestasi atau popularitas sebagai selebdog. Anjing giant tersebut justru menjadi bagian dari kegiatan sosial yang memungkinkan masyarakat berinteraksi dengan hewan sekaligus ikut berkontribusi membantu satwa rescue. (*)
Editor: Diaz A Abidin





