Jateng

Mall Pet Friendly Timbulkan Pro dan Kontra, Komunitas Anjing Semarang: Kami Ingin Diterima Masyarakat

×

Mall Pet Friendly Timbulkan Pro dan Kontra, Komunitas Anjing Semarang: Kami Ingin Diterima Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Mall Pet Friendly
Mlaku Bareng Guguk, salah satu kegiatan Dog Community Semarang di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu, 14 Juni 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tvMall 23 Semarang yang mengusung konsep ramah hewan peliharaan atau pet friendly belakangan ini memicu perdebatan hangat di media sosial Threads.

Salah seorang pengguna Threads menyampaikan keberatan terhadap konsep tersebut karena menilai kehadiran banyak anjing berisiko mengganggu kenyamanan dan mengotori area mal.

Namun, para pemilik hewan peliharaan, khususnya anjing, menentang keras opini tersebut. Mereka justru menyambut antusias Mall 23 yang menjadi pelopor pusat perbelanjaan ramah hewan peliharaan di Kota Semarang.

Ramainya perdebatan di dunia maya tersebut akhirnya mendorong pengelola Mall 23 Semarang mengambil sikap. Pekan lalu, pihak manajemen resmi menghentikan aktivitas pet friendly di lingkungan mall untuk sementara waktu.

Menanggapi polemik tersebut, Dog Community Semarang turut buka suara. Komunitas pencinta anjing itu menilai konsep pet friendly hanya dapat berjalan apabila para pemilik hewan peliharaan ikut menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan bersama.

BACA JUGA: Bukan Makan Bergizi Gratis, Seratus Anjing Lebih Ramaikan MBG ‘Mlaku Bareng Guguk’ di Semarang

Humas Dog Community Semarang, Leonardo Alvienno, mengatakan komunitasnya selama ini juga kerap menggelar berbagai kegiatan di pusat perbelanjaan. Oleh karena itu, para pemilik hewan peliharaan harus memahami bahwa membawa anjing ke ruang publik juga dibarengi tanggung jawab.

“Karena kami juga sering melakukan event di mal. Nah, kami juga menerapkan peraturan,” ujar Alvienno saat beritajateng.tv jumpai di sela kegiatan Mlaku Bareng Guguk di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Minggu, 14 Juni 2026 sore.

Alvienno menuturkan, aturan paling mendasar adalah menjaga kebersihan area publik agar tidak mengganggu pengunjung lain yang tidak membawa hewan peliharaan.

“Kita harus menjaga kebersihan di dalam mal baik buat pengunjung sama diri kita sendiri sama orang-orang yang lain yang main ke mal. Nah, itu paling utama,” lanjutnya.

Alvienno Minta “Pawrents” Jangan Bawa Anjing Agresif ke Dalam Mal

Selain menjaga kebersihan, Alvienno menilai pemilik hewan peliharaan atau “pawrents” juga harus memastikan kondisi anjing yang mereka bawa benar-benar aman.

Ia mengingatkan agar pemilik tidak membawa anjing yang agresif atau berpotensi mengganggu pengunjung lain saat berada di pusat perbelanjaan maupun ruang publik lainnya.

“Dan jangan sekali-sekali bawa anjing ke dalam mal dalam keadaan agresif, loop, dan lain-lain,” tegasnya.

Menurut Alvienno, kesadaran pemilik hewan peliharaan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap konsep pet friendly.

Sebab, tuturnya, polemik yang muncul selama ini tidak selalu berkaitan dengan keberadaan hewan peliharaan itu sendiri. Melainkan, perilaku sebagian pemilik yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar.

Ia pun mengimbau para pawrent atau pemilik anabul untuk selalu membawa perlengkapan yang diperlukan selama beraktivitas bersama hewan peliharaan di ruang publik.

“Iya, harus bawa plastik kresek atau perlengkapan yang bisa buat bersihin anjing lah,” ujarnya.

Menurutnya, langkah sederhana seperti membawa kantong plastik untuk membersihkan kotoran hewan merupakan bentuk tanggung jawab dasar yang harus pemilik tunjukkan kepada masyarakat.

Komunitas Berharap Semarang Tetap Punya Ruang Ramah Hewan Peliharaan

Terkait keputusan Mall 23 yang menghentikan sementara aktivitas pet friendly, Alvienno mengaku menghormati langkah yang manajemen ambil. Ia menilai pihak mal tentu memiliki pertimbangan tersendiri dalam menyikapi polemik yang berkembang di media sosial.

“Kalau buat lebih jelasnya saya kurang tahu juga ya. Kalau buat saya sih ini buat awal permulaan mall baru di Semarang yang pet friendly,” kata Alvienno.

Alvienno berharap pengelola mal nantinya dapat menemukan formulasi terbaik yang mampu mengakomodasi seluruh pihak, baik pengunjung umum maupun pemilik hewan peliharaan.

“Kalau buat pihak mal mungkin bisa memberi keputusan yang lebih baik lah buat warga Semarang, bagaimana,” lanjutnya.

BACA JUGA: Ramai Pro-Kontra Mall Pet Friendly, 23 Semarang Siapkan Aturan Baru untuk Pengunjung dan Hewan Peliharaan

Lebih jauh, ia menegaskan komunitas pencinta anjing di Kota Semarang tidak ingin memaksakan kehendak. Namun, mereka berharap masyarakat semakin terbuka terhadap keberadaan hewan peliharaan di ruang publik selama pemiliknya bertanggung jawab.

“Keinginannya ini demi, bukan saya sendiri ya, buat teman-teman komunitas anjing Semarang atau orang-orang yang lain yang enggak join mungkin,” ujarnya.

Dalam hematnya, tujuan utama komunitas bukan semata mencari ruang untuk membawa hewan peliharaan ke mana-mana, melainkan membangun penerimaan yang lebih baik antara pemilik hewan dan masyarakat luas.

“Ya, kami penginnya kami bisa diterima juga di masyarakat, sih,” tandas Alvienno.

Mall 23 Pastikan Konsep Pet Friendly Tetap Berjalan dengan Aturan Lebih Ketat

Sementara itu, di tengah polemik yang muncul di media sosial, pengelola Mall 23 Semarang memastikan konsep ramah hewan peliharaan atau pet friendly tetap dipertahankan.

General Manager 23 Semarang Shopping Center, Dian Widiyanti, mengatakan konsep tersebut memang telah menjadi bagian dari identitas mal sejak awal beroperasi.

Namun, tingginya antusiasme masyarakat saat masa soft opening membuat manajemen melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek, terutama terkait kebersihan dan kenyamanan pengunjung.

“Sejak awal kami memang mengusung konsep pet friendly. Namun saat pembukaan kemarin antusiasmenya sangat tinggi. Sehingga, kami harus melakukan evaluasi, terutama terkait kebersihan dan kenyamanan area mal,” ujar Dian, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurutnya, pembatasan sementara akses hewan peliharaan ke sejumlah area bukan berarti pihak manajemen menghentikan konsep pet friendly secara permanen.

Saat ini, pengelola tengah melakukan pembersihan menyeluruh serta perawatan sejumlah fasilitas menjelang grand opening.

“Kami sedang melakukan pembersihan menyeluruh dan pemolesan lantai menggunakan bahan tertentu. Kami khawatir jika ada hewan yang bersentuhan dengan material tersebut justru berisiko bagi kesehatan mereka. Karena itu sementara waktu kami melakukan pembatasan,” jelas Dian.

Meski demikian, pengunjung masih dapat membawa hewan peliharaan ke area luar ruangan atau Downtown Plaza yang tetap terbuka untuk aktivitas bersama anabul. Sementara itu, hasil evaluasi selama masa operasional awal juga mendorong manajemen menyusun aturan yang lebih ketat bagi pemilik hewan peliharaan.

Ke depan, hewan yang masuk ke area mal wajib sudah menjalani vaksinasi, bebas kutu maupun penyakit menular, menggunakan popok, serta berada di dalam stroller.

Tak hanya itu, pihak pengelola juga membatasi jenis hewan yang dapat masuk ke dalam gedung. Untuk anjing, hanya ras berukuran kecil dengan berat maksimal 10 kilogram yang diperbolehkan masuk ke area dalam mal.

Menurut Dian, aturan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara kenyamanan pengunjung umum dengan kebutuhan komunitas pemilik hewan peliharaan yang selama ini menginginkan ruang publik yang lebih ramah terhadap anabul. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp