Kesehatan

Bidan Garda Depan Penanganan Stunting, Siapkan Generasi Emas 2045

×

Bidan Garda Depan Penanganan Stunting, Siapkan Generasi Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Bidan Garda Depan Penanganan Stunting
Foto bersama Ketua IBI Kota Semarang Dr. Istirochah, S.SiT., Bd. M.Kes didampingi sejumlah pengurus bidan garda depan penanganan stunting saat menggelar bhakti sosial di RW 5 Kelurahan Karangayu Kecamatan Semarang Barat dengan tema "Satukan Langkah Dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berbasis Bukti" Pada Minggu 25 Juni 2023. (Ellya/beritajateng.tv)

Bersama stakeholder berkolaborasi dan bersinergi, para bidan bertugas memberikan pendampingan edukasi terus menerus kepada para remaja. Calon pengantin, ibu hamil, hingga masa persalinan maupun masa nifas, ASI sampai immunisasi bayi.

“Pendampingan ini terus menerus berlangsung dalam upaya menurunkan stunting,” katanya.

Selain itu pihaknya juga memberikan sosialisasi di sekolah terkait pencegahan anemia dengan memberikan obat tambah darah tiap seminggu sekali. Melalui kegiatan ini maka sudah kami siapkan generasi muda yang sehat dan kuat sebelum mereka tumbuh dewasa.

Menurutnya, para bidan dibawah naungan IBI Kota Semarang terbukti menjadi tangan panjang Dinas Kesehatan Kota Semarang. Puskemas maupun rumah sakit dalam mengatasi stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan anak.

“IBI selalu mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, utamanya dalam menangani stunting, sebagai prioritas,” katanya.

Istirochah menambahkan, pada HUT IBI di Kelurahan Karangayu ini, ada puluhan anak yang mendapatkan bantuan dari IBI.

Lurah Karangayu Nur Khasanah, SH, MH menyampaikan terima kasih pada IBI Kota Semarang yang membantu warganya. “Kami sampaikan terima kasih pada IBI Kota Searang yang telah membantu warga kami, khususnya anak-anak balita,” katanya.

Menurutnya, penanganan stunting di Kelurahan Karangayu terus berlangsung dengan dukungan semua pihak. “Semoga ini semua membawa manfaat bagi balita kami dan bisa mengurangi angka stunting di Karangayu ini. Kami minta pantauan dan bimbingannya,” katanya.

Ia menyampaikan, peran IBI sangat besar dalam menurunkan stunting. Saat ini di Karangayu ada lima balita stunting. Dari lima anak itu, dua karena faktor bawaan lahir, sehingga ada 3 yang harus tertangani bersama.

Ke depan pihaknya optimis, stunting bisa ditangani. “Kita targetkan zero stunting. Peran IBI luar biasa,” katanya.

Nur Khasanah mengatakan, kasus stunting menjadi prioritas. Stunting telah menjadi perhatian nasional dan para kepala daerah. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp